Audiensi Kapolda Sulsel dengan OJK Bahas Investasi Bodong

Tribratanewspolri.go.id – Polda Sulsel, Polda Sulsel Laksanakan Audensi dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), yang dilaksanakan di ruang Tamu Pimpinan lantai II Mapolda Sulsel, Senin (28/8/17).

Kapolda Sulsel Irjern Pol Drs. Muktiono, didampingi oleh Kabid Keu, Karo Rena, Kabid Kum dan Wadir Intel menerima langsung kedatangan Kepala Kantor Regional 6 OJK Sulawesi, Maluku, dan Papua, Drs Bambang Kiswono dan 6 Staf OJK.

Dalam audensi ini OJK bertujuan menyampaikan kewaspadaan akan Investasi Bodong. OJK menyampaikan terdapat 114 Jenis Investasi Bodong di Indonesia, salah satu di Sulsel yaitu PT. Segi Tiga Bermuda yang sudah ditutup.

Lebih lanjut Tim OJK menyampaikan saat ini, Satgas Waspada Investasi mensosialisasikan ke masyarakat tentang investasi bodong bernama US Swissindo yang menawarkan modus baru berupa pembagian voucher yang bisa dicairkan dalam bentuk uang tunai.

“ini juga arahan Kapolri agar OJK minta dukungan Polri, berkerjasama terkait sosialisasi waspada investasi dimana dari jajaran Polda Sulsel bersedia menjadi pemateri dalam memberikan sosialisasi waspada investasi pada masyarakat,” ungkap Bambang Kiswono.

Harapan terbesarnya dengan diadakan audiensi ini maka terciptanya hubungan kerjasama dan komunikasi yang baik antara OJK Provinsi Sulsel dengan Kepolisian Daerah Sulsel sebagai bentuk amanah UU yang diberikan untuk melindungi masyarakat.

Kapolda Sulsel menyampaikan bahwa Polri komitmen mengawasi dan pelaku investasi ilegal/bodong yang menimpa masyarakat dimana dana yang diinvetasikan hilang dan tak kembali, bukan hanya itu Kapolda Sulsel juga mewanti-wanti pelaku penipuan umrah murah agar tidak melakukan penipuan. Jenderal bintang dua ini menyarankan agar mensosialisasikan bahaya Investasi Bodong ke masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami.

“Sebaiknya OJK sosialisai investasi di masyarakat, agar libatkan tokoh agama, dan dorong masyarakat jangan takut melapor Polisi bila tertipu investasi bodong,” terang Kapolda.

Adapun tugas OJK yaitu melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangandisektor perbankan serta non perbankan, pasar modal dan perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan dan lembaga jasa keuangan lainnya.

Yang dimana OJK (otoritas jasa keuangan) adalah lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang, pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan.

OJK didirikan untuk menggantikan peran BAPEPAM – LK dalam pengaturan, pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan, serta menggantikan peran bank Indonesia dalam pengaturan, pengawasan bank, serta untuk melindungi konsumen industry jasa keuangan.

Penulis : Taufik

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password