Artikel, Empat Pelaku Begal Diringkus Resmob Polsek Tamalanrea

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Jajaran Resmob Polsek Tamalanrea meringkus empat pelaku begal (pencurian dengan kekerasan), Jumat (25/08/17).

Pelaku masing–masing berinisial AN (18) warga NTI Makassar, AR (17) warga Kapasa Makassar, AS (21) warga Bontoa dan DE (17) warga Biring Romang Makassar.

Artikel, Empat Pelaku Begal Diringkus Resmob Polsek Tamalanrea

Berdasarkan hasil penyelidikan anggota resmob Polsek Tamalanrea diketahui salah satu pelaku yang kerap melakukan aksi Curas di wilayah hukum Polsek Tamalanrea adalah AN yang sedang berada di Bulukumba.

Diketahui kalau pelaku sedang diperjalanan menuju Makassar, kemudian personil Resmob bergerak dan mencegat kendaraan pelaku yaitu sebuah mobil Avanza warna putih di daerah Gowa dan berhasil mengamankan pelaku.

Dari hasil introgasi, pelaku mengakui bersama ketiga rekannya melakukan tindak pidana Curas di wilayah hukum Polsek Tamalanrea dan sudah melakukan puluhan  kali pencurian dengan kekerasan.

Barang bukti yang sering digunakan pelaku  sepeda motor merk Yamaha Vino warna biru dan sepeda motor merk Honda Beat warna putih dan helm warna ping  Yang juga  sering digunakan oleh pelaku beserta senjata tajam jenis pisau.

Pengamat Sosial khusus masalah kemiskinan dari Universitas Indonesia, Priadi Permadi mengatakan, fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Tak hanya itu, menurut Priadi, faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Bara

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password