Dialog KNPI Pringsewu Lampung, Ini Peran Pemuda Dalam Menjaga NKRI

IMG_20170824_964

Tribratanews.polri.go.id – Polda Lampung. Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si, Kasat Binmas AKP Joko Sarianto, SH menyampaikan materi pada dialog Publik Wawasan Kebangsaan dan Anti Radikalisme ‎yang digelar ‎Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ‎Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kabupaten Pringsewu ‎ di Aula Pemkab setempat, Kamis (24/8/17)‎.

Dialog Publik Wawasan Kebangsaan dan Anti Radikalisme‎ dalam rangka mengisi kemerdekaan Indonesia di HUT RI yang Ke-72‎‎ tahun 2017 yang mengusung tema“ Peran Pemuda dalam Menjaga Keutuhan NKRI dari Faham Radikalisme”, dibuka langsung Bupati Pringsewu, Hi. Sujadi.

Bupati Pringsewu, dalam sambutan pengarahan mengatakan kabupaten Pringsewu merupakan bagian dari provinsi Lampung. Begitu juga provinsi Lampung dari bagian Indonesia.

“Untuk itu Kita semua adalah bagian dari NKRI. Mari melalui dialog wawasan kebangsaan ini kita kedepan terus mempertahankan menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka tunggal ika,”pintanya.

Sujadi menambahkan‎ kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pringsewu agar tetap dan terus menciptakan suasana kehidupan yang sangat kondusif tersebut.

“Mari kita pertahankan suasana kerukunan, kedamaian dan kebersamaan dalam keragaman yang begitu indah dengan bersama-sama saling menjaga, memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,”imbuhnya.

Kegiatan ‎Dialog Publik Wawasan Kebangsaan dan Anti Radikalisme‎ yang dikuti 200 orang peserta dari jajaran pengurus DPD KNPI, organisasi kepemudaan, pengurus BEM maupun tokoh agama diwilayah kabupaten Pringsewu., Kamis (24/8/17).
Kegiatan ‎Dialog Publik Wawasan Kebangsaan dan Anti Radikalisme‎ yang dikuti 200 orang peserta dari jajaran pengurus DPD KNPI, organisasi kepemudaan, pengurus BEM maupun tokoh agama diwilayah kabupaten Pringsewu., Kamis (24/8/17).

Kasat Binmas dalam dalam materinya bertema mencegah berkembangnya Paham radikalisme, komunisme Dan terorisme, mengemukakan bahwa Trend ancamana terorisme di Indonesia Mulai merebak sejak tahun 1999 yakni pemboman dan perampokan BCA Jakarta, Bom Istiqlal, percobaan pembunuhan pejabat, mulai tahun 1999-2001 baru mulai terjadi sejumlah serangan bom di beberapa kota di Indonesia dengan target gereja dan misi asing. Tahun 2002 terjadi Bom Bali, ini merupakan awal pengungkapan JI berikut struktur organisasi, afiliasi regional dan internasionalnya serta target serangan utamanya Barat sebagai bagian dari Global Jihad. Tahun 2002-2014 terjadi Beberapa Serangan terjadi di beberapa daerah Jakarta Bali dan tahun 2014.

Saat ini, Ancaman ISIS secara Global.
Terorisme bukan persoalan siapa pelaku, kelompok dan jaringannya. Namun, lebih dari itu terorisme merupakan tindakan yang memiliki akar keyakinan, doktrin dan ideologi yang dapat menyerang kesadaran masyarakat.

Radikalisme merupakan embrio lahirnya terorisme. Radikalisme merupakan suatu sikap yang mendambakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dengan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis lewat kekerasan (violence) dan aksi- aksi yang ekstrem. (Inteolran, Fanatik, revolusioner dan ekslusif).

Terorisme dan Radikalisme dalam UU No.15 Thn 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme disebutkan : Setiap orang yang dengan sengaja “gunakan kekerasan atau ancaman kekerasan” menimbulkan situasi teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-oyek vital strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional.

“Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan saat ini pelaku teror yang bergerak sendiri mempelajari paham radikal lewat dunia maya. Melalui Internet, mereka mendapat inspirasi dan mengatur strategi untuk melakukan penyerangan sendirian seperti yang terjadi pada Penyerangan anggota Brimob di depan Mabes Polri dan penusukan anggota Polri di Medan merupakan hasil dari pengaruh internet”, ujar AKP Joko Sarianto.

Sejak 2002 hingga 2016 sudah sekitar 1190 orang tersangka dan pelaku tindak pidana terorisme yang ditangkap. Lebih dari 98% dari pelakunya mengaku bahwa mereka melakukan tindak pidana terorisme dalam rangka membela islam. Dengan cara berjihad dijalan Allah. Bentuk teror yang mereka lakukan berupa, bom mobil, bom buku, penembakan, perampokaan, penculikan.

Faham radikal dan teroris Tidak sesuai dengan bangsa indonesia karena ingin Menggantikan konstitusi dan 4 pilar berbangsa & negara (Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI), sementara Ideologi Bangsa Indonesia dibangun dari keberagaman suku, bahasa dan agama (bhineka tunggal ika) yang dimanifestasikan ke dalam ideologi Pancasila.

“Langkah langkah menangkap Faham Radikal yakni : Jadikan pancasila sebagai alat ukur, Tanamkan jiwa nasionalisme dan kecintaan terhadap NKRI,
Tokoh agama sebagai leading sektor dalam memperkaya wawasan keagamaan yang terbuka dan toleran,
Waspada terhadap provokasi, hasutan dan pola rekruitmen teroris baik di lingkungan masyarakat maupun dunia maya, Membangun jejaring dengan komunitas damai baik offline maupun online”, AKP Joko Sarianto.

Sementara itu, K‎etua DPD KNPI kabupaten Pringsewu, Fajar Fakhlepi S.Pd mengatakan‎ peran pemuda memiliki pengaruh yang besar terhadap kelangsungan dan keutuhan bangsa. ‎ jika semua pemuda sepakat untuk menjaga nilai nilai kebangsaan dan cinta tanah air maka para pemuda tidak gampang untuk terpopokasi oleh kelompok kelompok organisasi yang akan memecah belah dan bercerai berai jiwa kesatuan dan kebersamaan.

“Disinilah kita akan kaji bersama, sebenernya apa yang dapat kita lakukan untuk Negara kita, salah jika pemuda berfikir apa yang sudah negara berikan buat anak muda,tapi lakukanlah sesuatu untuk negara,”ucapnya.

Menurut dia, Peran pemuda yang dapat dilakukan untuk menjaga NKRI ini agar tetap utuh melalui ‎Dialog Publik ini tujuaan adalah untuk ‎memantapkan dan menyadarkan kembali semangat Bela Negara dikalangan generasi muda.

Selain itu juga untuk memberikan suatu gambaran kepada pemuda bagaimana fenomena politik internasional mengenai paham radikalisme,ekstrim dan terorisme.

“Maka acara dialog Publik kebangsaan dan Anti radikalisme ini mencoba untuk membangun ikatan kebersamaan semangat satu pemuda satu bangsa dan satu cinta NKRI,”Ujar Fajar.

Kegiatan ‎Dialog Publik Wawasan Kebangsaan dan Anti Radikalisme‎ yang dikuti 200 orang peserta dari jajaran pengurus DPD KNPI, organisasi kepemudaan, pengurus BEM maupun tokoh agama diwilayah kabupaten Pringsewu. ‎

Sedangkan untuk pemateri dialog publik ini dengan juga menghadirkan perwakilan Makodim 0424 Tanggamus Kapten Inf. Redi Kurniawan dan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pringsewu KH.Munawir yang dimoderatori Dharma Winada.

Tampak hadir Asisten I Pemkab Pringsewu, Zuhairi, Kepala Kesbangpol H.Ibnu Harjianto dan beberapa Kepala OPD yang di lingkup pemkab setempat dan perwakilan Polsek Pringsewu Ipda Istiarto serra Polsek Gading Rejo, Ipda Riyadi. (*)

Penulis : Tim
Editor : Umi Fadilah
Publish : N.Muslih Lpg / Polres Tanggamus

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password