Polda Sulsel Gelar Press Release Pengungkapan Kasus Penipuan dengan Modus Hipnotis

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel,
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel menggelar press release pengungkapan kasus penipuan lintas provinsi dengan modus hipnotis di Mapolda Sulsel, Rabu (23/08/17).

Dalam rilis tersebut anggota Resmob Polda Sulsel berhasil membekuk dua orang tersangka bernama Ladarise (40) dan Asria alias Sri (40).

Kedua tersangka diamankan didua lokasi yang berbeda. Ladarise diamankan di Perumnas Sudiang, Jalan Mamuju, Kecamatan Biringkanayya, Kota Makassar. Sementara, Asria diamankan di BTN Hamsi.

Ladarise sudah beraksi di 14 TKP sejak Januari 2017 lalu, yang sebagian besar dilakukan di hampir diseluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan.

Tercatat pada Januari 2017 lalu, di Kabupaten Tarakan Kalimantan Utara, tersangka berhasil mengambil uang sebesar Rp 21 juta. Pada bulan April, di Samarinda Kalimantan Timur tersangka berhasil mengambil uang sebesar Rp 40 juta. Dibulan yang sama, di Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan, tersangka berhasil mengambil uang sebesar Rp 1 juta.

Sebulan kemudian, di Kabupaten Bontang Kalimantan Timur tersangka kembali mengambil uang sebesar Rp 10 juta. Sementara, pada bulan Juni, di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan mengambil uang sebesar Rp 20 juta, dan di Kabupaten Sinjai berhasil mengambil uang sebesar Rp 7 juta.

Pada bulan Juli, di Kabupaten Jeneponto tersangka berhasil mengambil uang sebesar Rp 15 juta dan cincin seberat 3 gram, di Kabupaten Bantaeng berhasil mengambil uang sebesar Rp 3 juta dan kalung emas seberat 5 gram, di Kabupaten Bulukumba uang sebesar Rp 4 juta, di Mamuju Sulawesi Barat mendapatkan uang sebesar Rp 12 juta, dan si Polman Sulawesi Barat berhasil mengambil uang sebanyak Rp 8 Juta dan satu unit HP Samsung lipat.

Sementara, beberapa pekan terakhir selama bulan Agustus, tersangka berhasil melancarkan aksinya dibeberapa lokasi diantaranya adalah Kabupaten Bulukumba berhasil mengambil uang sebanyak Rp 4 juta, Kabupaten Takalar berhasil mengambil uang sebanyak Rp 6 juta, dan Sabtu (19/8/2017) lalu berhasil mengambil uang sebanyak Rp 73 juta dan dua cincin emas.

Saat ini, kedua tersangka telah diamankan di Polda Sulsel berserta barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 1,2 juta, 16 kartu ATM berbagai jenis, 3 buah buku rekening, 3 buah STNK, 1 kalung emas, 3 cincin emas, 22 cincin emas imitasi, 4 gelang emas imitasi, 1 kalung emas imitasi, 4 Bros emas imitasi, 2 jam tangan, kartu nama palsu berbagai nama, 1 buah dompet, HP, dan 1 unit mobil Toyota Avanza.

Dalam situs resmi metro.polri.go.id dijelaskan, hipnotis adalah salah satu metode kejahatan penipuan yang dipercaya menggunakan ilmu hitam atau sihir. Secara teknis, gendam atau hipnotis merupakan salah satu atau gabungan dari teknik shock induction, ericksonian hypnosis dan mind control (telepati, magnetism). Termasuk didalamnya metode hypnosis modern yang sudah dikenal di dunia barat.

Untuk mengantisipasi banyaknya korban yang terkena kejahatan penipuan seperti yang dilakukan Burhan alias Bur ini, polisi pun sudah mensiarkan tips-tips agar masyarakat dapat menghindari kejahatan hipnotis. Beberapa tips yang disarankan adalah:

1. Percaya dan yakin sepenuhnya bahwa kejahatan hipnotis tidak akan berpengaruh pada orang yang menolaknya. Seluruh proses hipnotis adalah proses self hypnosis (sugesti diri sendiri). Rasa tukut korban justru dimanfaatkan oleh pelaku hipnotis.

2. Curiga pada orang yang baru dikenal dan berusaha mendekati. Seluruh proses hipnotis merupakan teknik komunikasi yang sangat persuasif.

3. Waspada pada orang yang menepuk secara tiba-tiba. Selain itu ada baiknya menghindari percakapan yang mungkin terjadi. Ketika kita fokus pada ucapan seseorang, pada saat itulah sugesti sedang dilontarkan. karana itu penting untuk segeralah menjauh dari orang tersebut dan mengalihkan perhatian pada hal lain.

4. Menyibukan pikiran dan jangan membiarkannya kosong pada saat sedang sendirian ditempat umum. Pada saat pikiran kosong, alam bawah sadar terbuka sangat lebar dan mudah untuk disugesti.

5. Waspada pada rasa kantuk, mual, pusing, dan dada sesak yang datang tiba-tiba secara tidak wajar. Ada kemungkinan saat itu ada seseorang yang berusaha melakukan telepathic forcing. Dalam kondisi seperti ini disarankan untuk membuang seluruh energi negatif tersebut ke bumi. Caranya dengan cara berdoa menurut agama dan keyakinan yang dianut.

6. Selalu dampingi orang yang punya kebiasaan latah. Latah merupakan kebiasaan membuka bawah sadar untuk mengikuti perintah. Karena itu kebiasaan disarankan untuk dihilangkan.

7. Hati-hati pada beberapa orang yang tiba-tiba mengerumuni tanpa suatu hal yang jelas. Jika mengalami hal seperti ini disarankan untuk pergi ke tempat yang ramai atau melapor pada petugas keamanan. Pelaku hipnotis kerap melakukan aksinya secara berkelompok walau seolah-olah tidak saling mengenal.

8. Jika mulai merasa memasuki suatu kesadaran yang berbeda, dianjurkan untuk memerintahkan diri sendiri agar senatiasa terjaga dan normal kembali. Caranya dengan meyakinkan diri sendiri bahwa kita normal dan sadar sepenuhnya.

Penulis : Rosdiana

Editor h Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password