Bantu Penderita Hidrosefalus, Polda Bengkulu Datangkan Dokter Spesialis

Polda Bengkulu – Doa bapak Raden Alit dan ibu Narti yang merupakan orang tua dari Nike Pratama warga kabupaten Bengkulu Tengah ( Benteng ) penderita hidrosefalus  terjawab sudah. Melalui uluran tangan AKBP Asep Sayidi Wijaya Kabag Bin Ops Roops Polda Bengkulu , Hari ini ( 12/01 ) Nike Pratama di jemput untuk di bawa ke rumah sakit ( Rumkit ) Bhayangkara Polda Bengkulu Guna mendapatkan Perawatan serta pengobatan.

Penjemputan Nike Pratama di lakukan langsung oleh Kabag Bin Ops Roops Polda Bengkulu AKBP Asep S.W di dampingi dr. Debby team kesehatan dari Bidang( Bid ) kedokteran dan kesehatan ( Dokkes )Polda Bengkulu menggunakan satu unit Ambulance.

Tiba di Rumkit bhayangkara Polda Bengkulu Nike Pratama langsung di lakukan observasi awal oleh perawat di ruang IGD rumah sakit tersebut seusai di lakukan obeservasi awal nike dan kedua orang tuanya di arahkan ke ruang 8 paviliun Tulip untuk menunggu tindakan medis lainnya berupa city scan, pengambilan sample darah serta konsultasi ke dokter anak untuk mengetahui kesiapan Nike menghadapi operasi nantinya.

Setelah mendapatkan hasil konsultasi dengan Dokter anak barulah di tangani oleh dokter spesialis saraf yaitu dokter Dr Andrew Gunawan Ghazali Sp. Bs yang di datangkan khusus dari Rumah Sakit dr. Sutardjo tasikmalaya jawa Barat.

Di katakan Oleh AKBP Asep, Keprihatinan Polisi dan dirinya pribadi akan penyakit yang di derita nike tersebut berawal dari informasi berbentuk share wa di group Promoter Polda Bengkulu yang dikirim oleh Kabid Humas Polda Bengkulu yang mendapatkan info tentang keberadaan Nike pratama Penderita hidrosefalus di salah satu media massa yakni koran Harian Bengkulu Ekspress (BE) beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Dirinya langsung berkoordinasi dengan sejumlah perwira utama (Pama) dan perwira menengah (Pamen) Polda Bengkulu serta perwira jajaran Polres Bengkulu Utara (BU) demi untuk mencari solusi penyelamatan Nike.

Dari Hasil Koordinasi tersebut di lakukan penelusuran ke BPJS Kesehatan, biaya operasi Nike tak bisa diakomodir di Bengkulu. Tak patah semangat , pihaknya langsung berkoordinasi dengan dokter spesialis bedah otak dan syaraf asal Jawa Barat agar pelaksanaan operasi bisa dilakukan di Bengkulu.

“Awalnya, kami sempat berfikir untuk membawa Nike ke jakarta. Akan tetapi, pembiayaan akan semakin besar. Sebab itulah, akan lebih baik jika kita ambil dokter dari luar untuk dibawa ke Bengkulu. Ini merupakan sodakoh dan tentunya didukung dengan Bid Dokes Polda Bengkulu dan RS terkait,” ungkap Asep. ( 212 )

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password