Satuan Binmas Polres Soppeng Berbagi Tips Mencegah Narkoba di Pesantren Al Ibdah Takkalala

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Bahaya Narkoba dapat mempengaruhi susunan syaraf, mengakibatkan ketagihan dan ketergantungan. Dari ketergantungan inilah bahaya Narkoba akan mempengaruhi fisik, psikologis, maupun lingkungan sosial.

Meningkatnya perilaku menyimpang manusia dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa. Kaum tua sebagai contoh dan pemudanya sebagai generasi pelanjut sesungguhnya diharapkan mengelola bangsa ini dengan cerdas dan bermoral. Jika manusia-manusia suatu bangsa banyak yang rusak akibat zat adiktif penghancur syaraf, niscaya harapan itu hanya tinggal kenangan.

Narkoba bisa menghantam siapa saja yang lemah imannya, sehingga tidak ada perasaan diawasi oleh Allah SWT dan kesadaran mempertanggungjawabkan perbuatannya di hari Akhirat. Karena itu tua-muda, kaya-miskin, pintar-awam, semuanya bisa terlena dalam kenikmatan semu Narkoba.

Hal inilah yang disampaikan Kasat Binmas Polres Soppeng Akp Firman SE, bersama Staff saat menggelar penyuluhan bahaya dan pencegahan narkoba di Pondok Pesantren Al Ibdah Takkalala Kec. Marioriwawo Soppeng, Selasa (22/8/17).

Didampingi KBO Sat Binmas Ipda Aseb Sibli berbagai tips mencegah narkoba disampaikan kepada Santri diantaranya rajin beribadah, selain mengisi waktu dengan mengaji di Pesantren bisa juga mengisi waktu dengan berolahraga, dan yang paling utama jauhi lingkungan yang tidak sehat, ungkap Kasat Binmas Polres Soppeng.

Penyalahgunaan narkoba dan tertib dalam berlalu lintas merupakan prioritas Polda Sulsel dalam membangun peradaban remaja agar terbebas dari narkoba dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di jalan.

Kasus penyalahgunaan narkoba meningkat dengan cepat di Indonesia, meskipun pemerintah dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya. Penyalahgunaan narkoba memang sulit diberantas. Yang dapat dilakukan adalah mencegah dan mengendalikan agar masalahnya tidak meluas.

Sehingga merugikan masa depan bangsa, karena merosotnya kualitas sumber daya manusia terutama generasi mudanya. Penyalahgunaan narkoba berkaitan erat dengan peredaran gelap sebagai bagian dari dunia kejahatan internasional. Mafia perdagangan gelap memasok narkoba, agar orang memiliki ketergantungan, sehingga jumlah suplai meningkat.

Terjalin hubungan antara pengedar/bandar dan korban. Korban sulit melepaskan diri dari mereka, bahkan tak jarang mereka terlibat peredaran gelap, karena meningkatnya kebutuhan narkoba. Penderita ketergantungan obat-obatan terlarang atau kini umumnya berusia 15-24 tahun. Kebanyakan mereka masih aktif di Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, atau Perguruan Tinggi. Bahkan, ada pula yang masih duduk di bangku di Sekolah Dasar.

Penyalahgunaan narkoba biasanya diawali dengan pemakaian pertama pada usia SD atau SMP, karena tawaran, bujukan, dan tekanan seseorang atau kawan sebaya. Didorong pula oleh rasa ingin tahu dan rasa ingin mencoba, mereka mnerima bujukan tersebut. Selanjutnya akan dengan mudahnya untuk dipengaruhi menggunakan lagi, yang pada akhirnya menyandu obat-obatan terlarang dan ketergantungan pada obat-obatan terlarang.

Penulis : Harmeno

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password