Jumpa Pers Kapolda Papua Dengan Tokoh Masyarakat Terkait Situasi Di Kab. Mimika.

Tribratanews.polri.go.id, Polda Papua, Polres Mimika – Bertempat di Rumah Makan Oriental Kuala Kencana telah berlangsung Jumpa Pers Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar dan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI George E. Supit dan juga di hadiri oleh  Danrem 174/ATW Asep Setia Gunawan,  Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Windarto,  Danlanud Letkol laut Yosafat Indarto,  Danlanal Letkol Pnb Agusyinus Gogot,  Kapolres Mimika AKBP Victor Mackbon. SH.SIK.MH.M.Si, Ketua  P2MAPTP Odizeus Beanal, Tokoh suku Kamoro Gerry Okuare,  Ketua KKSS H. Basri dan   Ikatan Pemuda Toraja. Senin, (21/08/17), Siang.

 

Penyampaian Kapolda Papua, sebagai berikut  terkait situasi di PT. Freeport kami sudah tetapkan enam tersangka, menahan 30 motor pelaku. Di medsos umumnya ada info-info yang provokatif. Untuk itu masyarakat bisa memilah dan tidak terbawa pemikiran-pemikiran sesat yang digulirkan oleh orang-orang yang tidak bertangung jawab. Kami akan pantau terus konten-konten medsos apabila ha-hal ini terus disebarluaskan berdampak pada masalah hukum. Karena media sosial itu diatur dalam hukum, di Negara Indonesia. Berkaitan dengan anggapan bahwa aparat kemanan dalam hal ini TNI dan Polri sebagai juru bicara PT. Freeport Indonesia hal itu merupakan perasaan-perasaan orang tertentu saja. TNI-Polri merupakan alat Negara yang sudah tentu berpihak pada semua pihak,tentu aparat keamanan tidak berpihak pada satu kelompok orang TNI-Polri merupakan alat Negara yang berpihak pada semua orang di Indonesia. Kalau ada pihak-pihak yang terganggu,dalam artian satu perbuatan yang melanggar hukum, maka kami berbicara atas nama kebenaran dan hukum untuk keadilan. Jadi tolong bedakan, kalau ada yang beranggapan bahwa TNI-Polri juru bicara dari PT Freeport hal itu merupakan perasaan orang tertentu saja. Kegiatan pagi di Timika merupakan konvoi gabungan dan memang TNI sebagi unsur alat negara yang dalam Undang-Undang punya tugas membantu kepolisian, dalam hal ini juga sebaliknya kepolisian punya tugas juga untuk membantu anggota TNI. Kehadiran aparat keamanan adalah yang pertama jaminan kemanan,dan ini sangat penting sekali. Artinya semua masyarakat diyakinkan bahwa negara ini aman dan Timika ini aman. Dengan adanya kegiatan bersama TNI-Polri untuk menunjukan kepada masyarakat luas bahwa TNI-Polri siap menghadapi perusuh. Kita tidak toleran pada perusuh, pengacau berhadapan dengan alat Negara demi kepentingan masyarakat yang lebih luas.

 

Penyampaian Pandam XVIII Cenderawasih, yang intinya bahwa, Soal Medsos di Indonesia saat ini pengguna HP kurang lebih tiga ratus delapan juta orang nota bene jumlah penduduk sekitar dua ratus lima puluh juta namun sekarang satu orang saja bisa mengunakan HP lebih dari satu jika ternyata dari medsos ini bisa berkembang hal-hal atau isu-isu yang positif maupun negatif. Kalau negatif sudah pasti berupa hasutan, memprofokasi, menjelek-jelekan seseorang dan ini sangat cepat sekali sehingga hal ini dapat memecabelah, sementara untuk hal-hal yang positif sangat sedikit. Masyarakat harus arif, menggunakan medsos. Untuk itu saya himbau jangan mudah terprofokasi,mudah terhasut dan menanggapi isu-isu yang berkembang sehingga mari kita sampaikan informasi-informasi yang positif kepada masyarakat melalui medsos. Mari berikan informasi-informasi yang membagun untuk kepentingan masyarakat,bangsa dan Negara. Jangan dengan adanya medsos beredar isu-isu yang tidak benar. Terkait dengan adanya tanggapan bahwa aparat keamanan seakan-akan sebagai juru bicaranya PT Freeport Indonesia hal ini ditegaskan Pangdam bahwa hal ini tidaklah benar. Saya punya gaji,saya punya penghasilan,dan tidak tergantung dengan orang lain hal ini perlu diketahui.  Saya tidak mau dituduh dengan hal-hal yang tidak benar. Untuk itu hati-hati menyampaikan sesuatu yang tidak benar di medsos. Sekali lagi kami tegaskan bahwa tidak benar jika Kapolda dan Pangdam adalah juru bicara dari PT Freeport Indonesia. Tugas kita untuk menjaga kemanan dan ketertiban, dan bagi kelompok-kelompok yang ingin berhadapan dengan aparat kemanan maka kami tidak main-main untuk menindak karena kita aparat kemanan juga dilindungi oleh Undang-Undang.  Adapun tindakan-tindakan yang dilakukan ada aturan mainnya dan kami tidak semena-mena bertindak dimana contoh kerusuhan kemarin dapat ditangani dengan baik karena sudah tugas kita untuk melindungi kepentingan bangsa dan negara dan Masyarakat.

 

Dalam akhir Jumpa pers kemudian Kapolda Papua menjawab pertanyaan dari awak media terkait keberadaan petugas saat kejadian sabtu itu? Dan dijawab oleh Kapolda Papua yang intinya memang benar di Check Poin ada dari satpam dan kepolisian. Dengan niatan dari sekian banyak orang dan untuk melakukan hal-hal yang demikian, memang petugas yang ada pada saat itu tidak cukup memadai untuk menghalau massa.

 

Penulis : Riyanto

Editor    : Umi Fadilah

Publish : Simson C F. Ayer

Admin Polri54175 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password