Polwan Polres Bulukumba Santuni Warga Kurang Mampu di Desa Kapasa

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Dalam rangka memperingati HUT Polwan ke-69, maka seluruh Polwan di Polres Bulukumba mengadakan kegiatan bakti sosial sebagai tanda rasa syukur atas bertambahnya usia Polwan, Jumat (21/08/17).

Bakti sosial ini dilaksanakan di dua rumah warga yang kurang mampu di Desa Kapasa Kecamatan Ujungloe Kabupaten Bulukumba, adapun identitas ke dua warga yakni Sultan (74) dan Rabiah (71).

Kegiatan ini berlangsung pukul 08.00 s/d 09.00 Wita dengan didampingi oleh Waka Polsek Ujung Loe Iptu Budiawan, Ka Subbag Humas Polsek Ujung Loe Iptu H.Abdullah dan  Bhabinkamtibmas Desa Kapasa.

Bantuan yang diberikan berupa beras 20 kg, 2 Kardus Mie Sedap, dan 1 Paket kardus gula, Minyak goreng, Telur 3 rak, Teh dan kopi.

“Kegiatan ini selain sebagai peringatan HUT Polwan yang ke-69 juga untuk membantu  dalam memenuhi kebutuhan warga yang kurang mampu. Di samping itu, dengan adanya kegiatan bakti sosial maka polisi seluruh Indonesia khususnya polwan Polres Bulukumba menjadi lebih dekat dengan masyarakat. Saya begitu lega, kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar tanpa ada kendala sedikitpun” Ujar Aiptu Hamsina.

Hal ini sangat mulia dan sangat benar untuk dilakukan oleh polisi khususnya Polwan, karena dengan ini juga dapat menambah kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai abdi negara yang santun dengan seluruh warga.

Kepala Kepolisian Resor Bulukumba Akbp M Anggi Naulifar Siregar, S.Ik, M.Si turut senang dan bangga karena peringatan HUT Polwan yang ke-69 ini dilakukan dengan kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat.”Kami berharap semakin bertambahnya usia Polwan RI maka keprofesionalan dalam bertugas juga semakin bertambah”, tegas Kapolres.

Apa yang dilakukan Polwan di Polres Bulukumba merupakan bukti keiamanan, dengan bersedekah seseorang akan mendapatkan banyak keutamaan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang sedekah yang paling utama, dan jawaban beliau dikaitkan dengan sifat dan kondisi orang yang bersedekah.

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Ya Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhal?

Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Sedekah yang engkau berikan ketika engkau masih muda, pelit harta, bertumpuk angan-angan untuk hidup mewah, dan takut bangkrut. (HR. Ahmad 7407, Nasai 2554, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Betapa sulitnya orang bersedekah di saat dia sedang mengejar kariernya, harapannya, obsesinya, dan cita-citanya. Mungkin dia butuh perang batin untuk bisa mengeluarkan Rp 20 rb. Karena itulah, nilainya lebih afdhal dari pada yang lainnya.

Hanya saja, ada beberapa keterangan ulama yang menganjurkan sedekah di hari jumat, mengingat keutamaan hari jumat itu.

Kaidah umum terkait tingkatan keutamaan amal, bahwa amal yang dikerjakan di waktu mulia, memiliki nilai keutamaan yang lebih besar, dibandingkan amal yang dikerjakan di waktu kurang mulia.

Berikut kita akan simak beberapa keterangan ulama tentang keutamaan sedekah hari jumat,

Pertama, keterangan as-Syarbini – ulama Syafiiyah – (w. 977 H)

Dalam kitabnya al-Iqna fi Halli Alfadz Abi Syuja’, beliau menjelaskan tentang hari jumat. Beliau menyatakan tentang sedekah hari jumat,

Dianjurkan memperbanyak sedekah dan beramal soleh di hari jumat atau malam jumat. Memperbanyak shalawat untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam atau siang hari jumat. Berdasarkan hadis: “Sesungguhnya hari yang paling afdhal adalah hari jumat. Karena itu, perbanyaklah membaca shalawat untukku. Karena shalawat kalian diperlihatan kepadaku.” (al-Iqna’, 1/170)

Kedua, keterangan Ibnul Qoyim – ulama hambali – (w. 751),

Dalam kitabnya Zadul Ma’ad, beliau menyebutkan beberapa keistimewaan hari jumat,

Bahwa sedekah di hari jumat memiliki keistimewaan khusus dibandingkan hari yang lain. Sedekah di hari jumat, dibandingkan dengan sedekah di hari yang lain, seperti perbandingan antara sedekah di bulan ramadhan dengan sedekah di selain ramadhan. Saya pernah melihat Syaikhul Islam – rahimahullah – apabila beliau berangkat jumatan, beliau membawa apa yang ada di rumah, baik roti atau yang lainnya, dan beliau sedekahkan kepada orang di jalan diam-diam. Saya pernah mendengar beliau mengatakan,

“Apabila Allah memerintahkan kita untk bersedekah sebelum menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka bersedekan sebelum menghadap Allah lebih afdhal dan lebih besar keutamaannya.” (Zadul Ma’ad, 1/407).

Karena itu, tradisi di masyarakat kita dengan memberikan infaq setiap jumatan, insyaaAllah termasuk tradisi yang baik. Meskipun kita menganjurkan agar semacam ini tidak dibatasi selama hari jumat saja. Termasuk, tidak membatasi hanya diberikan untuk masjid saja. Banyak masjid di sekitar kita danannya melimpah. Sementara di sebelahnya ada orang muslim soleh yang lebih membutuhkan bantuan.

Penulis : Bara

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password