Aksi Rampok Kelompok Medan di Sulsel Tumbang Ditangan Tim Resmob Polda Sulsel

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Prestasi gemilang kembali diukir oleh Tim Resmob Polda Sulsel dengan melumpuhkan  4 orang perampok kelompok Medan yang telah malang melintang melancarkan aksi Curat di berbagai Propinsi di Indonesia seperti Medan, Riau, Jakarta dan Kupang dengan sasaran Brankas dan Gudang. Ketiga pelaku tersebut  yaitu AS (42)  warga Medan, FS (37) warga Padang Sidempuang, ARS (54) warga Medan dan AL (40) warga Sidrap.

Artikel, Aksi Rampok Kelompok Medan di Sulsel Tumbang Ditangan Tim Resmob Polda Sulsel1

Keempat pelaku, dibekuk di Jalan Tandi Pau, Wisma Palda Palopo, Minggu, (20/08/17) oleh Tim Unit Resmob Polda Sulsel yang dipimpin oleh Ipda Haris Wicaksono, para pelaku ditangkap karena sebelumnya melakukan pencurian dengan pemberatan, di Gudang Rokok Bulukumba 12 Pebruari 2017 , dan wilayah Polman 18 Agustus 2017 lalu

Penangkapan para pelaku Curat antar Propinsi di Palopo tersebut, berdasarkan hasil penyelidikan Tim resmob Polda Sulsel  bahwa ke 4 pelaku tersebut tersebut berada di daerah Palopo setelah melakukan pencurian dan pemberatan di wilayah hukum Polman, Sulbar.

Pengakuan  ke empat tersangka usai penangkapan, rencanannya mereka  ingin beraksi lagi di wilayah hukum Palopo, bahkan  sketsa gambar serta sasaran  sudah ada, namun upaya keras personil Resmob Polda Sulsel berhasil menghentikan aksi  para pelaku  di Wisma Palda Palopo.

Para  tersangka dan barang bukti berupa 1 unit Mobil Toyota Rush warna merah maron, gergaji besi, gunting, obeng, dompet, dan Hand Phone kemudian dibawa aparat menuju Posko Resmob Polda Sulsel  ke  Makassar guna dilakukan pengembangan,  namun dalam perjalanan keempat tersangka melawan petugas dengan menendang dan melarikan diri,  sehingga diberikan tindakan peringatan dan tindakan tegas serta terukur berupa tembakan pada kaki dan selanjutnya diberikan pertolongan di RS Bhayangkara Makassar.

Namun  salah satu  tersangka,  AS ( 42) meninggal dunia karena kehabisan darah di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Mengomentari sejumlah tindak kejahatan yang marak terjadi di kota-kota besar di Indonesia akhir-akhir ini, diantaranya perampok atau penjahat, Psikolog Prof Dr Abd Munir MPd mengatakan, salah satu faktor penyebabnya adalah kelemahan hukum.

Dari sisi penjahat atau perampok yang kadang nekat dalam menjalankan aksinya, misalnya dengan berbekal senjata tajam, perlu dilihat latar belakang mengapa orang mencuri atau merampok. Itu banyak hal, tetapi intinya kebutuhan. Seperti misalnya, seorang lelaki mau kawin tetapi tidak ada uang, kemudian mencuri, artinya kebutuhannya untuk meminang orang.

“Lain lagi kebutuhan untuk makan. Seperti ada yang mencuri karena ibunya sakit. Jadi jelas, dalam hal ini kemiskinan masyarakat kita juga jadi persoalan. Kemiskinan membuat orang terbebani dengan biaya hidup, tetapi karena tak ada kerjaan, dicoba dengan cara yang negatif itu,” papar Prof Abdul Munir lagi.

Selain faktor kemiskinan juga banyak faktor lain yang memengaruhi orang yang mencuri. Munir berpendapat, pada prinsipnya adalah ketegasan hukum dan memperhatikan orang-orang miskin. Kemiskinan itu harus diredam. Dalam realitanya, bukan sedikit orang yang miskin.

Jadi kalau pihak aparat main tembak ? Kata Munir, itu bukan langkah yang bijak, walaupun hal itu mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perubahan. Seperti yang dulu terjadi pada penembak misterius (petrus) di masa Orde Baru itu, memang aman. Tapi dalam tatanan, orang penuh ketakutan, dampaknya bisa-bisa orang yang tidak jahat jadi sasaran. Jadi negatifnya juga ada.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat perlu juga dilakukan. Jangan hanya saat kampanye seperti sekarang ini, masyarakat diberdayakan dengan memberikan bayaran. Hal itu tidak akan efektif.

Penulis : Taufik

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password