Peringati HUT Polwan Ke-69, Srikandi-srikandi Cantik Polda Sulsel Masuk Sekolah

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Dalam rangka memperingati HUT Polwan ke 69 Polwan jajaran Polda Sulsel diwilayah hukum Makassar raya melaksanakan Polwan Goes To School di sejumlah sekolah yang terletak diwilayah Makassar. Senin, (21/8/17).

Dalam kegiatan ini, Polwan yang melaksanakan Goes To School menjadi Inspektur Upacara dan membacakan amanat Kapolda Sulawesi Selatan dan memberikan informasi, pencerahan serta pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan tertib dalam berlalu lintas.

Adapun beberapa sekolah yang dikunjungi antara lain SMAN 17 Makassar, SMAN 5 Makassar, SMAN 2 Makassar, SMAN 3 Makassar, SMAN 20 Makassar, SMA Darul Aman, SMK Muhammadiyah dan SMK Kebangsaan Indonesia.

Diharapkan dengan pelaksanaan kegiatan Polwan Goes To School ini dapat menampilkan sosok Polisi Humanis dan merubah image anggota Polri dimata anak-anak ataupun para pelajar sebagai sosok pembimbing dan penolong masyarakat dan timbulnya kedekatan antara anggota Kepolisian dengan anak-anak ataupun para pelajar.

Diakhir kegiatan, polwan memberikan souvenir kepada pihak sekolah sebagai kenang-kenangan.

Penyalahgunaan narkoba dan tertib dalam berlalu lintas merupakan prioritas Polda Sulsel dalam membangun peradaban remaja agar terbebas dari narkoba dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di jalan.

Kasus penyalahgunaan narkoba meningkat dengan cepat di Indonesia, meskipun pemerintah dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya. Penyalahgunaan narkoba memang sulit diberantas. Yang dapat dilakukan adalah mencegah dan mengendalikan agar masalahnya tidak meluas.

Sehingga merugikan masa depan bangsa, karena merosotnya kualitas sumber daya manusia terutama generasi mudanya. Penyalahgunaan narkoba berkaitan erat dengan peredaran gelap sebagai bagian dari dunia kejahatan internasional. Mafia perdagangan gelap memasok narkoba, agar orang memiliki ketergantungan, sehingga jumlah suplai meningkat.

Terjalin hubungan antara pengedar/bandar dan korban. Korban sulit melepaskan diri dari mereka, bahkan tak jarang mereka terlibat peredaran gelap, karena meningkatnya kebutuhan narkoba. Penderita ketergantungan obat-obatan terlarang atau kini umumnya berusia 15-24 tahun. Kebanyakan mereka masih aktif di Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, atau Perguruan Tinggi. Bahkan, ada pula yang masih duduk di bangku di Sekolah Dasar.

Penyalahgunaan narkoba biasanya diawali dengan pemakaian pertama pada usia SD atau SMP, karena tawaran, bujukan, dan tekanan seseorang atau kawan sebaya. Didorong pula oleh rasa ingin tahu dan rasa ingin mencoba, mereka mnerima bujukan tersebut. Selanjutnya akan dengan mudahnya untuk dipengaruhi menggunakan lagi, yang pada akhirnya menyandu obat-obatan terlarang dan ketergantungan pada obat-obatan terlarang.

Sedang sosialisasi tertib berlalu yang disampaikan dapat diterima oleh para pelajar sehingga dapat dijadikan acuan oleh pelajar/remaja untuk melangkah dan dalam melakukan hal-hal yang positif tidak melanggar aturan/hukum.

Sebagai negara hukum, segala prilaku pengendara diatur dalam aturan hukum yaitu dengan kewajiban mematuhi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dikeluarkannya Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 bertujuan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas).

Terwujudnya etika berlalu lintas adalah citra budaya bangsa, terwujudnya penegakan dan kepastian hukum bagi masyarakat. Sesempurna apapun aturan tidak akan secara otomatis atau serta merta mampu mengubah keadaan menjadi sesuai yang diinginkan, seperti mengubah kesemrautan menjadi tertib, mengubah perilaku yang tidak taat peraturan menjadi patuh dan taat.

Kalau kita memang tidak melanggar aturan dan selalu mematuhi rambu-rambu, apa yang harus ditakutkan? Pada saat hendak menggunakan kendaraan bermotor kita jangan sampai lupa menggunakan safety, seperti helm sebagai pelindung kepala. Pastikan berperilaku tertib, dengan berhenti di traffic light pada garis batas, dan tidak memenuhi jalan sehingga menutup akses kendaraan dari arah berlawanan.

Setiap pengendara kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor harus mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, semua pengendara motor harus mempelajari dan memahami peraturan lalu-lintas, karena polisi akan memberikan sanksi kepada orang-orang yang melanggar peraturan lalu-lintas di jalan raya. Di samping itu perlu juga diketahui pelanggaran-pelanggaran lalu lintas apa saja yang bisa terkena tilang dari polisi lalulintas.

Penulis : Sumarwan

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password