Gandeng PT ASABRI, Polda Sulsel Gelar Sosialisasi PP 102 tahun 2015

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Biro SDM Polda Sulsel bekerjasama dengan PT ASABRI (Persero) Pusat menggelar sosialisasi kepada personil Polri Polda Sulsel di SPN Batua Makassar, Senin (21/08/17). Sosialisasi ini guna meningkatkan pemahaman bagi para peserta ASABRI mengenai hak dan kewajibannya.

Sekitar 200 orang personel jajaran Polda Sulsel turut hadir diantaranya Para Kabag Sumda dan Kasi Keu.

Dalam Sambutannya Karo SDM Polda Sulsel mengatakan bahwa Berdasarkan UU No.24 tahun 2011 sosialisasi ini dirasakan sangat Penting  khususnya bagi anggota Polri yang berdinas di Sulawesi selatan.

“Kepada seluruh peserta agar memperhatikan dengan seksama apa yg menjadi arahan Tim sehingga dapat meneruskan kembali sosialisasi ini ke Polresnya masing masing,” tegas Robert.

Sementara itu Ketua Tim Sosialisasi Asabri Pusat drs M Romli dalam sambutannya mengatakan banyak anggota Polri dan  Purnawirawan Polri yang belum mengerti  tentang terbitnya PP. 102 tahun 2015.

“Oleh Karena itu  akan  kami jelaskan secara rinci mengenai program manfaat Asuransi Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) serta program pensiun,” ucap Romli.

Dengan adanya sosialiasi ini, kata Romli, para peserta ASABRI akan lebih memahami tentang tata cara pengajuan manfaat santunan ASABRI maupun pembayaran pensiun,” ucapnya.

Acara sosialisasi ini disambut dengan antusias dan mendapatkan respon yang positif dari peserta yang hadir, hal ini tercermin dari sesi tanya jawab yang ditujukan kepada Tim sosialisasi Asabri Pusat.

PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau disingkat PT ASABRI (Persero), adalah sebuah BUMN yang bergerak dibidang Asuransi Sosial dan pembayaran pensiun khusus untuk Prajurit TNI, Anggota Polri, PNS Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Polri.

Semula prajurit TNI, anggota Polri dan PNS Kemhan/Polri menjadi peserta Taspen (Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri) yang didirikan pada tanggal 17 April 1963 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1963.

Namun dalam perjalanannya, keikutsertaan prajurit TNI dan anggota Polri dalam Taspen mempengaruhi penyelenggaraan Program Taspen karena :

  1. Perbedaan Batas Usia Pensiun (BUP) bagi prajurit TNI, anggota Polri yang berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1966 Pasal 1 dengan PNS yang berdasarkan Undang- Undang Nomor 11 Tahun 1969 Pasal 9.
  2. Sifat khas prajurit TNI dan Polri memiliki risiko tinggi banyak yang berhenti karena gugur atau tewas dalam menjalankan tugas.
  3. Adanya kebijaksanaan Pemerintah untuk mengurangi jumlah prajurit secara besar-besaran dalam rangka peremajaan yang dimulai pertengahan tahun 1971.
  4. Jumlah iuran yang terkumpul pada waktu itu tidak sebanding dengan perkiraan klaim yang akan diajukan oleh para Peserta.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut dan meningkatkan kesejahteraan Prajurit TNI, Anggota Polri dan PNS Kemhan/Polri, maka Dephankam (saat itu) memprakarsai untuk mengelola premi sendiri dengan membentuk lembaga asuransi yang lebih sesuai, yaitu Perusahaan Umum Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Perum ASABRI) yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1971 pada tanggal 1 Agustus 1971, dan selanjutnya ditetapkan sebagai Hari Jadi ASABRI.

Dalam upaya meningkatkan operasional dan hasil usaha, maka berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 1991 bentuk usaha ASABRI dari Perusahaan Umum (Perum) dialihkan menjadi Perseroan Terbatas (PT) sehingga menjadi PT ASABRI (Persero).

Penulis : Abu Uwais

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password