Tanyakan Kejelasan, Puluhan Warga Tergabung UN SWISSINDO Datangi Bank Mandiri Pringsewu Lampung

Tribratanews.polri.go.id – Polda Lampung. Puluhan warga di kabupaten Pringsewu yang telah terdaftar bergabung di UN SWISSINDO mendatangi ‎Bank Mandiri Cabang Pringsewu di jalan Jendral Sudirman sekira pukul 10.00 WIB, Jumat (18/8/17.

Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.IK. M.Si, Kapolsek Pringsewu Kompol Andik Purnomo Sigit, SH. S.IK. MM, mengatakan sekitar 30 orang warga dari Kabupaten Pringsewu serta Kabupaten Tanggamus yang tergabung UN SWISSINDO mendatangi Bank Mandiri Pringsewu bermaksud melihat bukti UN SWISSINDO bisa mencairkan uang Rp 15 juta bagi anggotanya yang telah mendaftar. Pada kesempatan tersebut Kapolsek didampingi kepala Bank Mandiri melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada puluhan warga masyarakat yang masih belum paham tentang UN SWISSINDO.

“Walaupun sudah di keluarkan surat edaran dari pihak-pihak terkait yang menjelaskan bahaya terhadap organisasi UN SWISSINDO. ‎Karena, kesulitan ekonomi masyarakat sehingga mudah di perdaya oleh pihak-pihak tertentu dengan menjanjikan sejumlah uang.‎ Untuk itu, hal ini sebagai bahan masukan bagi Pemkab untuk menentukan kebijakan lebih lanjut”, kata Kompol Andik Purnomo Sigit.

Ditempat yang sama, Kepala Cabang Bank Mandiri Pringsewu, Turut Santoso memberikan penjelasan kepada warga bahwa informasi tentang registrasi dan sosialisasi UN SWISSINDO itu tidak benar.

“‎Karena, Bank Mandiri tidak pernah bekerjasama dengan organisasi yang bernama UN SWISSINDO‎. Bahkan telah di perkuat dengan beberapa surat edaran dari Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank lainnya yang menyatakan organisasi UN SWISSINDO sampai saat ini tidak berizin dan ilegal,”ucapnya.

Dijelaskan Turut Santoso, bahwa ‎Sebelumnya pihak Bank Mandiri juga sudah mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat dengan NO.CEO.CSC/013P/VIII/2017 yang berbunyi yakni Bank Mandiri tidak pernah bekerjasama dengan organisasi yang mengaku bernama UN SWISSINDO.

‎”Atas hal tersebut Bank mandiri tidak bertanggung jawab atas segala resiko dari informasi yang beredar di masyarakat terkait organisasi tersebut, termasuk tentang pendaftaran Voucher Human Obligation (VM1) di kantor Bank Mandiri,”ujarnya. ‎

Spanduk Pengumuman UN SWISSINDO telah lama terpampang di Bank Mandiri Pringsewu.
Spanduk pengumuman UN SWISSINDO telah lama terpampang di Bank Mandiri Pringsewu.

4000 Warga Pringsewu Menjadi Korban UN SWISSINDO

Dikatakan Turut Santoso, Bahwa satuan tugas penanganan dugaan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengolah investasi ataupun satgas waspada investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya sudah meminta masyarakat mewaspadai penipuan UN SWISSINDO dengan berbagai modus pengumpulan dana masyarakat.

“‎Untuk itu ‎bagi masyarakat atau nasabah yang menerima ataupun menemukan dokumen sebagaimana tersebut di atas maupun informasi lain yang sejenis, agar dapat menyerahkan kantor PT BANK MANDIRI (Persero) Tbk terdekat atau menghubungi Mandiri Call 14000,”tegasnya.

Untuk diketahui, UN Swissindo memiliki program membagikan voucher M1 kepada masyarakat yang sudah memiliki e-KTP dan masyarakat yang datang kali ini untuk menanyakan pelaksanaan Registrasi dan mendengarkan sosialisasi atas perintah dari koordinator UN ‎SWISSINDO ‎masing-masing wilayah. ‎

Sedangkan masyarakat yang memiliki voucher tersebut nantinya dapat menukarkannya dengan rekening dan ATM ke Bank Mandiri. Kemudian, rekening dan ATM tersebut digunakan untuk mencairkan dana bantuan pemerintah sebesar 1200 dolar AS atau Rp 15 juta, dan USD 600 setiap bulannya.

Sebelumnya UN SWISSINDO yang membagikan formulir kepada masyarakat, di mana setiap formulir dikenai biaya administrasi sebesar Rp2,000– Rp5,000 dan akan mendapatkan uang sebesar Rp15 juta.

‎”Saya kesini hanya ingin membuktikan UN ‎SWISSINDO. Kalau bisa cair ya syukur Alhamdulilah. Tapi, kalau nggak ya gak apa-apa,”ucap salah seorang warga.

Pantuan dilapangan, ‎setelah warga mendapatkan penjelasan Kapolsek dan Kepala Cabang Bank Mandiri Pringsewu, serta membaca edaran yang terpampang di Bank Mandiri, masyarakat kembali ke rumah masing-masing dan sudah merasa paham bahwa UN SWISSINDO adalah organisasi yang tidak sah dan sampai saat ini masih ilegal.‎ (*)

Penulis : Tim
Editor : Umi Fadilah
Publish : N.Muslih / Polres Tanggamus

Admin Polri56608 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password