Polda Sulsel Musnahkan Barang Bukti Sabu-Sabu Hasil Tangkapan Direktorat Polisi Perairan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Polda Sulsel memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu-shabu . Barang bukti ini berasal dari pengungkapan kasus narkoba di Parkiran Penyeberangan Pulau Kayangan, Jl.Ujung Pandang Baru oleh Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Sulsel pada 21 Juni 2017 lalu.

Pemusnahan dipimpin langsing oleh Dirnarkoba Polda Sulsel Kombes Pol Eka Yudha Setiawan, Kasubdit Gakkum Dir Polairud AKB Aidin Makadomo, pejabat Kejaksaan Negeri Pangkep, Kabid Pemberantasan Narkoba BNP Ustin Pangarian, pejabat Labfor, dan pejabat Balai POM.

Pemusnahan narkoba dilakukan di ruang Aula Direktorat Reserse Narkoba Lantai III Polda Sulsel, Selasa (15/8/2017).

“Kita musnahkan barang bukti hasil kejahatan narkoba jenis sabu yang terbungkus dengan plastik bening seberat kurang lebih 1 Kilogram,” kata Dirresnarkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Eka Yudha Setiawan.

Sebelum di musnahkan, petugas labfor Polda Sulsel mengecek keaslian barang haram tersebut, dan ternyata hasilnya positif merupakan zat golongan Narkotika.

Dalam pemusnahan tersebut, petugas menggunakan 2 buah blender dan mencampurkan  sabu ke dalam air. Setelah itu di blender, .dan hasil sabu yang blender dengan air tersebut di buang ke kloset.

Lebih jauh, AKBP Aidin Makadomo  menjelaskan, pengungkapan sabu di Parkiran Penyeberangan Pulau Kayangan oleh Team Subdit Gakkum Dit Polairud , bermula saat teamnya memeriksa dan menangkap tersangka Salama, karena ditemukan 1 sachet sabu, seberat 12,75 gram,  setelah dikembangkan, petugas team lidik Subdit Gakkum Dit Polairud menuju ke Kabupaten Pangkep, dan menemukan hampir 1 Kg sabu di Kalibone Pangkep.

Selanjutnya, tersangka lain, yang ciduk dalam kasus ini, yaitu Silahuddin, di hotel Davina Majene, Sulbar, pada 22 Juni 2017, dan diperoleh keterangan bahwa Sabu-sabu berasal dari Sitti di Tawao, Malaysia.

Dari hasil pengungkapan sabu -sabu oleh Team Subdit Gakkum Dit Polairud tersebut petugas berhasil mengamankan dua tersangka.

“Kita terus berantas peredaran narkoba, baik di jalur laut dan darat. Sehingga meminimalisir masuknya barang haram ini,” pungkas Dir Narkoba.

Narkoba atau napza adalah obat/bahan/zat, yang bukan tergolong makanan. Jika diminum, diisap, dihirup, ditelan, atau disuntikam, berpengaruh terutama pada kerja otak (susunan saraf pusat) dan sering menyebabkan kertergantungan. Akibatnya, kerja otak berubah (meningkat atau menurun). Demikian pula dengan fungsi vital organ tubuh lain (jantung, peredaran darah, pernapasan, dan lain-lain).

Narkoba Jika diisap, atau dihirup, zat diserap masuk ke dalam pembuluh darah melalui saluran hidung dan paru-paru. Jika zat disuntikan, langsung masuk ke aliran darah. Darah membawa zat itu ke otak. Narkoba (narkotik, psikotropika, dan obat terlarang) adalah istilah penegak hukum dan masyarakat. Narkoba disebut berbahaya, karena bahan yang tidak aman digunakan atau membahayakan dan penggunaannya bertentangan dengan hukum atau melanggar hukum.

Oleh  karena itu, penggunaan, pembuatan, dan peredarannya diatur dalam undang-undang. Barang siapa yang menggunakan dan mengedarkannya di luar ketentuan hukum, dikenai sanksi pidana penjara dan hukuman denda.

Napza (narkoba, psikotropika, zat akdiktif lain) adalah istilah dalam dunia kedokteran. Di sini penekanannya pada pengaruh ketergantungannya. Oleh karena itu, selain narkotika dan psikotropika, yang termasuk napza adalah juga obat, bahan atau zat, yang tidak diatur dalam undang-undang, tetapi menimbulkan ketergantungan, dan sering disalahgunakan.

Penulis : Taufik

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password