Kapolda Sulteng Hadiri Pertemuan Komisi VII DPR RI Di Kantor Gubernur Sulteng

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulteng – Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Drs Rudy Sufahriadi menghadiri acara pertemuan dengan Tim Komisi VII DPR RI (Bidang ESDM,Riset,Teknologi dan Dikti,Lingkungan Hidup dan Kehutanan), jum’at (11/08/2017) pagi, ruang rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah pejabat di pemerintahan Provinsi Sulteng hadir, tampak Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, Asisten II Pemprov Sulteng Bunga Elim Somba, dan Pimpinan SKPD di lingkup Pemprov Sulteng turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan itu pula, Ketua tim Komisi VII DPR RI menyoroti permasalahan tambang ilegal yang beroperasi diwilayah Sulteng dengan menggunakan bahan kimia merkuri, khususnya diwilayah tambang emas ilegal Poboya, Kota Palu.

Sementara itu, Kapolda Sulteng menyatakan hingga saat ini tidak ada lagi penggunaan bahan kimia merkuri di tambang ilegal Poboya.

“Sampai dengan sekarang ini, mereka tidak lagi menggunakan mercuri, ini sudah kami cek di beberapa tempat,” kata Kapolda di hadapan Gubernur Sulteng dan Anggota Komisi VII DPR RI dalam kunjungan kerjanya di Sulteng.

Kapolda Sulteng menjelaskan terkait penggunaan merkuri di tambang Poboya, sejak awal dirinya menjadi Kapolda Sulteng sudah diketahuinya, namun aktivitas pertambangan itu sudah berjalan sebelum dirinya menjadi Kapolda.

Kapolda Sulteng menegaskan komitmen dirinya bahwa tidak boleh menggunakan bahan kimia merkuri di tambang mana pun yang berada di wilayah Sulteng.

“Hal pertama yang kami lakukan yakni melakukan sosialisasi di tempat-tempat pertambangan dimana diketahui mereka menggunakan mercuri,” ungkapnya.

Pasca sosialisasi itu, masyarakat akhirnya sadar dan mengetahui serta menghentikan penggunaan merkuri di areal pertambangan. Sehingga semuanya bisa ditangani karena sebelumnya telah melakukan upaya-upaya pencegahan terlebih dahulu.

Penggunaan merkuri alias air raksa dilakukan para penambang untuk mendapatkan emas yang berasal dari batuan di perbukitan Poboya, yang merupakan areal taman hutan raya (Tahura) Sulteng.

Selain di tambang Poboya, Kapolda Sulteng juga menjelaskan kondisi pertambangan ilegal di Dongi-Dongi, Kabupaten Poso yang masuk dalam hutan lindung di areal Taman Nasional Lore Lindu (TNLL).

Menurut Kapolda Sulteng, tambang ilegal di daerah itu beberapa waktu lalu didatangi hingga 5 ribu penambang, yang didominasi penduduk di luar Sulawesi Tengah. Di lokasi itu, sebelum melakukan penertiban, terlebih dahulu dilakukan proses sosialisasi, untuk memberikan waktu kepada mereka, agar meninggalkan lokasi hutan lindung.

Dalam proses sosialisasi, pihaknya juga meminta kepada masyarakat sekitar untuk tidak mendukung penambang liar. Tidak hanya itu, apabila penambang tidak melaksanakan imbauan yang telah disampaikan, maka akan dilakukan penindakan tegas.

“Alhamdulillah masyarakat mengerti, waktu kami melakukan penindakan, tidak ada lagi penambang di lokasi tersebut,” ujarnya.

Akhirnya Kapolda kembali menegaskan bahwa pertambangan ilegal di Dongi-Dongi telah ditutup, namun pihaknya tetap melakukan pemantauan dan pangawasan di sekitar lokasi tambang.

Penulis      : Tim
Editor        : Umi Fadilah
Publish      : Abdi.s

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password