Polri Antisipasi Serangan Terorisme Saat Peringatan HUT RI ke-72

Tribratanews.polri.go.id – Mabes Polri. Menjelang peringatan HUT ke-72 RI yang jatuh pada 17 Agustus mendatang, Polri mengantisipasi potensi serangan terorisme. Hal ini dilakukan agar peristiwa 2013 silam tidak terulang kembali.

”Memang ada info yang sudah beberapa kali muncul di media sosial bahwa mereka akan menyerang dengan bom. Kalau tidak punya bom, maka pakai senjata (api), kalau tidak punya senjata (api) ya pakai pisau atau senjata tajam, bahkan kalau tidak punya mereka akan menabrak,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto pada Senin (14/8/2017).

Sebab itu, polisi telah mengambil sejumlah langkah untuk mendalami informasi itu sekaligus mencegah supaya rencana teror tidak terjadi. Salah satunya dengan penguatan pengamanan dan penjagaan di markas-markas polisi dengan memasang barier.

Anggota Polri seperti Polantas juga diwajibkan menerapkan body system yakni lebih satu orang yang berjaga atau di-backup anggota lain yang membawa senjata di lapangan.

Tak hanya itu, korps Bhayangkara ini juga aktif mendeteksi komunikasi dan pergerakan kelompok teroris berdasarkan informasi intelijen. Baik itu teroris yang bersifat jaringan maupun yang bersifat lonewolf atau leaderless atau bergerak tanpa pemimpin.

Jenderal bintang dua ini juga mengingatkan tak hanya polisi yang disasar kelompok teror. Tempat hiburan dan lokasi wisata bisa menjadi target mengingat mereka kerap melakukan teror di lokasi terbuka seperti Bom Kampung Melayu.

Untuk itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Bila ada hal yang mencurigakan supaya dilaporkan ke polisi. Masyarakat juga dihimbau aktif mengenali lingkungan sekitar sehingga apabila ada orang asing mudah dideteksi. Di sisi lain, masyarakat juga diminta tidak perlu khawatir belebihan (paranoid).

Sekedar info, pada 2013 pelaku teror menyasar polisi berseragam yang melintas di Jalan Graha Bintaro, Kelurahan Parigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, tepat pada malam hari kemerdekaan atau pada 16 Agustus. Korban adalah anggota Binmas Pondok Kacang, Aipda Kus Hendratma. Kus gugur saat hendak menuju Polsek Pondok Aren untuk mengikuti apel persiapan operasi cipta kondisi.

Tak hanya itu, pelaku teror kemudian menembak mati Bripka Ahmad Maulana, anggota Buru Sergap (Buser) Polsek Pondok Aren, Tangerang Selatan yang hendak menolong Kus. Belakangan terungkap pelakunya adalah kelompok Nurul Haq yang berafiliasi dengan kelompok Badri di Solo dan Santoso di Poso. Mereka menyerang polisi karena menganggap polisi adalah toghut (seperti setan) dan sengaja memilih momen jelang HUT kemerdekaan karena mereka anggap itu sebagai perayaan toghut.

Editor: Umi Fadilah
Publish: Alam / Veri
Sumber: PROKLAMASI.co.id

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password