Febriyanto, Anak Panti Asuhan yang Lolos Masuk Polisi

Febriyanto, Anak Panti Asuhan yang Lolos Masuk Polisi

Tribratanews.polri.go.id Polda Kaltim, Balikpapan – Raut kebahagiaan dirasakan Febriyanto Simatupang. Remaja berusia 20 tahun lulusan SMA Sinar Pancasila Balikpapan 2016 ini lolos penerimaan polri. Dia besar di sebuah Panti Asuhan.

Kurang lebih setahun tinggal bersama sang Paman di Penajam Paser Utara, menginjak kelas Satu SD, Febriyanto dititipkkan ke Panti Asuhan Kristen Tama Riska, Jalan Mayjen Sutoyo, Gunung Malang, Balikpapan.

Kehidupan di panti dia rasakan tanpa kasih sayang orangtua sebenarnya. Dia sendiri tidak tahu siapa orangtua atau saudaranya. Melihat saja tidak pernah.

“Kata paman, saya ditelantarkan di Jakarta,” ungkapnya ditemui kemarin (9/8) saat istirahat jalani pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN), Jalan Jenderal Sudirman, Stal Kuda, Balikpapan.

Siswa Polisi TA. 2017
Siswa SPN Polda Kaltim TA. 2017

Tekad menjadi anggota polisi sebenarnya sejak SMP. Saat kelas Lima, masa kecil anak-anak pada umumnya yang nakal, Febriyanto sempat kabur dari panti. Beberapa jam kemudian ditemukan di  sekitar Pantai Kemala Beach, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, kemudian diantar kembali ke panti.

“Saya nakal, sampai kabur, terus ditemukan pak polisi,” kenangnya. Dari situlah mulai timbul keinginan menjadi polisi. Usai lulus SMA dengan nilai memuaskan, Febri, sapaan akrabnya, tak langsung mendaftar polisi.

“Saya bantu-bantu di panti. Sering pula mengajar musik dan kerohanian untuk anak-anak di panti asuhan,” kata Febri yang terampil bermain gitar, bass dan drum ini.

Lima bulan lalu, saat mulai proses penerimaan bintara polisi, dia pun memutuskan mendaftar. “Saya ceritakan pada pengurus panti jika ingin mendaftar, kemudian mereka mendukung penuh dan mengantar saya mengurus kelengkapan administrasi serta tahapan seleksi,” jelasnya.

Kini, Febriyanto bersama 248 siswa bakal jalani pendidikan selama tujuh bulan di SPN. Upacara pembukaan pendidikan ditandai penyematan tanda pangkat siswa oleh Wakapolda Kaltim Brigjen Pol M Naufal Yahya.

“Selain pendidikan kepolisian, kami tingkatkan pula keagamaan serta peduli lingkungan,” ucap M Naufal.

Kombes Pol. Eko memberi semangat siswa Bintara Polri TA. 2017 saat Samjas Awal di Lapangan SPN Balikpapan, Kamis (10/8). foto: poldakaltim.com
Kombes Pol. Eko memberi semangat siswa Bintara Polri TA. 2017 saat Samjas Awal di Lapangan SPN Balikpapan, Kamis (10/8). foto: poldakaltim.com

Di tempat yang sama Kepala SPN Kombes Pol Eko Nugrohadi mengungkapkan, siswa diharapkan mematuhi tata tertib selama menjalani pendidikan. Jangan sampai melakukan pelanggaran yang berujung pemecatan sebelum dinyatakan lulus resmi menjadi polisi.

“Tujuh bulan wajib patuh dan disiplin aturan. Di antaranya tidak boleh berbuat asusila, narkoba hingga menikah,” ujar Eko.

Diketahui, jalur Bintara Polisi Tugas Umum (PTU) serta Bintara Teknologi Informasi (TI) 314 yang dinyatakan lulus, hanya 262 kuota untuk panitia daerah (Panda) Kaltim yang tersedia.

Kuota tersebut diatur oleh Mabes Polri Jakarta. Masing-masing provinsi berbeda, sehingga dari 314, 52 casis di antaranya lulus tapi tidak terpilih. Dari 314 orang tadi, pria 300 dan perempuan 14. Kuota 262 orang terdiri pria 249, perempuan 13. Sedangkan lulus tidak terpilih sebanyak 52 orang. Pria 51, perempuan 1 orang.

Untuk casis Bintara TI tersisa  3 orang (pria 1 orang, dan perempuan 2 orang). Kuota untuk Panda Kaltim hanya 2 orang, sehingga ada satu orang casis yang lulus tetapi tidak terpilih.

Untuk Polwan, menjalani pendidikan di Ciputat, Jakarta bergabung dari seluruh daerah. Sementara untuk TI di Cisarua, Bogor. Total penerimaan polri di selruh Indonesia, ada 10.150, 500 di antaranya polwan.

 

Penulis : Baim
Editor : Umi Fadilah
Publish : Humas Polda Kaltim

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password