Terbukti Efektif, Begini Cara Polres Batola Menangkal Paham Radikalisme

WhatsApp Image 2017-08-11 at 07.24.26

Tribratanews.polri.go.id, Polres Barito Kuala – Pencegahan masuknya paham radikalisme dengan minimal mengurangi pengikut paham radikalisme di masyarakat, terus dilakukan Polres Barito Kuala. Melalui SatBinmas, Polres Batola melakukan tindakan yang menyentuh langsung masyarakat.

Salah satunya, dengan cara menyapa langsung masyarakat melalui saluran udara Gol Radio 106,7 FM. Station ini dipilih, karena dinilai memiliki pendengar yang sangat luar, dan dari berbagai kalangan masyarakat.

Menampilkan nara sumber Kaurmintu Sat Binmas Polres Batola Bripka Ari’s, materi upaya Polri mencegah paham radikalisme dan tindak lanjut tentang Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan pun disampailkan.

Dalam siarannya, Kamis (10/8/2017) pukul 09.00 Wita, Ari’s mengatakan, apabila ideologi negara dihadapkan dengan agama, maka banyak yang tidak cocok. Begitu juga sebaliknya. Pun juga apabila agama dipahami dengan tidak mengindahkan kultur atau budaya masyarakat, maka ini yang menjadikan agama dipahami secara “saklek” dan akan mudah menimbulkan radikalisme.

Sebaiknya kalau agama yang didebatkan dengan agama, dan ideoligi didebatkan dengan ideologi, maka akan terbentuk paham yang lebih maju dan lebih baik.

“Yang sekarang kita galakkan untuk maksimalkan upayanya supaya setiap pendatang wajib lapor, dan wajib lapor pun dipantau. Ini yang upaya paling baik yang bisa dilaksanakan untuk mencegah paham radikalisme dan terorisme di Bumi Ijejela,” tutur Ari’s.

Upaya tersebut, selain melibatkan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babhinkamtibmas) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa), aparat dan pemerintah juga harus menggandeng tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Ari’s mengajak masyarakat untuk “open” terhadap lingkungan sekitar, dan terhadap apa yang dilihat, didengar dan bila diperlukan segera melapor ke aparat yang berwenang dari polisi, Ketua RT, Ketua RW atau Lurah.

Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) juga harus digiatkan lagi. Dengan Poskamling dan patroli Kamling, semua bisa mengurangi gangguan Kamtibmas, dengan minimal mencegah gangguan Kamtibmas karena unsur Niat (N) dan Kesempatan (K), tidak bertemu.

Khusus paham Radikalisme, di akhir siaran Ari’s menekankan bahwa menghilangkan atau minimal mengurangi paham radikalimse ini memerlukan peran aktif masyarakat dengan tidak ikut dalam paham yang di anggap jauh berbeda denga ajaran agama yang dianut, serta mengawasi keluarganya dalan hal pemahaman agama.

Penulis : Sayid

Editor   : Umi Fadilah

Publish : Lois Adi

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password