Silatnas 2 Pendukung Jokowi : Membumikan Pancasila Membangun Bangsa

IMG-20170810-WA0074

Tribratanews.polri.go.id – Silturahmi Nasional (Silatnas) Relawan Pendukung Jokowi hari ini merupakan Silatnas yang ke 2, yang dilakukan jelang hari Kemerdekaan RI ke 72. Itulah sebabnya, dalam acara Silatnas 2 ini, kami 10 ribu orang pendukung Jokowi berkumpul bukan hanya sekadar bersilaturahmi, juga memperkuat rasa persatuan kita sebagai bangsa.

Pancasila terbukti telah menyatukan kita sebagai sebuah bangsa. Menyatukan kita dengan tetap menjaga identitas dan keunikan dari setiap perbedaan yang kita miliki. Saat kita memasuki masa reformasi yang begitu bebas dan demokratisnya, peran Pancasila juga semakin terasa. Karena Pancasila menyempurnakan kebebasan yang kita miliki dengan semangat menjaga persatuan dalam keberagaman.

Dengan dasar pertimbangan tersebut, maka dalam Silatnas 2 kali ini, kami relawan pendukung Jokowi menjadikan “Pancasila Rumah Kita”Menjadi tema utama.

Kami seluruh peserta Silatnas 2 berterimakasih kepada Presiden, yang berkenan meluangkan waktu bersama kami di acara ini. Ini membuat kami lebih bersemangat lagi untuk membantu dan mensosialisasikan kerja-kerja pemerintah untuk kesejahteraan.

*Sosialisasi Hasil Pembangunan*

Kami sangat paham, Presiden terus menggiatkan pembangunan infrastruktur, sebagai bagian dari membumikan Pancasila dalam Pembangunan.
Kami sampaikan ke publik, ada 3 aspek yang ingin didorong oleh Jokowi dalam pembangunan infrastruktur:
*1. Aspek mendorong etos kerja*
Kesejahteraan bukan hal mudah untuk dicapai. Ada tuntutan kerja keras di dalamnya. Presiden Jokowi, mendorong kita semua untuk membangun etos kerja, dengan slogan dan ajakan: Kerja..Kerja..Kerja
Presiden juga mendorong mereka yang bertanggungjawab (Menteri, Gubernur, Bupati dll), untuk cepat menyelesaikan proyek-proyek yang sudah ditetapkan. Mereka yang memiliki kewenangan, dituntut untuk berinisiatif dan kerja keras menjalankan semua yang sudah direncanakan. Dorongan itu dilakukan melalui contoh, dalam bentuk kerja-kerja yang dilakukannya sendiri.
*2. Aspek kesejahteraan*
Saat Infrastruktur sudah selesai terbangun, maka ini akan merangsang investasi. Investasi ini yang akan menciptakan lapangan pekerjaan dan mensejahterakan rakyat.
*3. Aspek keadilan*
Aspek keadilan sudah terasa saat proporsi pembangunan infrastruktur di Indonesia Timur, semakin besar. Pembangunan infrastruktur di Indonesia Timur, jelas untuk keadilan. Bukan untuk pencitraan. Karena jika untuk pencitraan lebih baik menumpuk pembangunan di Jawa saja, yang banyak media dan juga lumbung suara. .
Aspek keadilan juga ditunjukan dengan program-program afirmatif, seperti: rumah murah bagi buruh, sertifikasi tanah rakyat, dan program lainnya.

*Ajakan Membangun Bersama*

Kami relawan pendukung Jokowi, memandang kritik sebagai bagian dari upaya pembangunan bangsa. Kritik adalah bentuk kontribusi dalam pembangunan, agar pembangunan lebih berkualitas. Tetapi kritik tentu berbeda dengan fitnah. Fitnah lebih ditujukan untuk mengaburkan fakta.

Untuk itulah kami merasa perlu untuk menjelaskan kepada publik, terutama berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, untuk membedakan mana kritik mana fitnah. Kritik berguna fitnah merusak.

Pembangunan infrastruktur yang gencar, dikritik seolah sebagai proyek ambisi pribadi presiden, tentu salah dan harus diluruskan. Seperti kita ketahui jabatan Presiden maksimal 2 periode. Batasan ini membuat pemerintahan akan terus berganti. Sebaliknya, hasil pembangunan infrastruktur bisa dinikmati terus oleh berbagai rejim, selama infrastruktur itu dirawat dan dijaga.

Kesimpulannya, proyek infrastruktur adalah proyek bangsa, untuk mempercepat kesejahteraan dan mengejar ketertinggalan kita dibanding negara lain. Jika dalam pembangunan infraatruktur Presiden lebih beorientasi ke Wilayah Timur dan Perbatasan, karena memang selama ini kita agak mengabaikan mereka

Pelaksanaan Silatnas 2 ini jelang perayaan hari kemerdekaan RI. Maka kami juga mengucapkan selamat Hari Kemerdekaan RI ke 72, bagi seluruh rakyat Indonesia. Mari kita kerja keras mewujudkan kesejahteraan dan keadilan dengan semua potensi yang kita punya. Jangan pernah lelah untuk Indonesia.

Penulis : Adhy PMJ
Editor : Umi Fadilah
Publish : Adhy PMJ

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password