Rilis Pengungkapan Narkoba, Polrestabes Makassar Umumkan Lima Tersangka

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Satuan Narkoba Polrestabes Makassar menggelar press release kasus pengungkapan narkoba jenis sabu di ruang Sat Narkoba Polrestabes Makassar, Rabu (09/08/17).

Pada rilis itu diumumkan 5 pelaku masing–masing berinisial HE (30) warga G. Bawakaraeng, HA (43) warga Masjid Raya, SA (23) warga Kerung–kerung AN (25) warga Tinumbu dan RU (29) warga Tinumbu Makassar.

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika dalam rilis mengungkapkan lima pelaku yang merupakan bandar dan pengedar yang diamankan dibeberapa TKP berbeda pertama di Jalan Kandea, sekitar jalan Ali Malaka dan di jalan G. Bawakaraeng Makassar dimana personil Lapangan Satuan Narkoba sudah berupaya dengan maksimal untuk meringkus salah satu pelaku yaitu lelaki RU alias Cullang yang merupakan DPO.

Dimana pada saat hendak mengamankan lelaki RU alias Cullang yang merupakan pengedar namun warga di sekitar melakukan perlawanan dengan melempar menggunakan batu kepad petugas dan salah satu petugas kami ada terluka, pelaku DPO Ruslan Alias Cullang tersebut berhasil Kabur dengan tangan terborgol.

Setelah kami di Back UP oleh Satuan Sabhara dan Jatanras Polrestabes Makassar di lakukan penyisiran di temukan barang berupa 13 paket kecil di duga narkoba jenis Sabu milik pelaku yang berhasil kabur lelaki Cullang yang di buang di depan rumahnya.

Berbagai pertimbangan di lapangan yang dapat menimbulkan korban jiwa  di mana kerumunan banyak orang sebagian besar  yang melakukan perlawanan para ibu – ibu dan tidak seimbang  makanya anggota kami tidak sempat menangkap lelaki RU alias Cullang, itu yang kita sangat sayangkan”, Ujar Kasat Narkoba.

Kemudian dilakukan penyisiran kembali di temukan 16 paket kecil yang di duga berisi narkoba jenis sabu milik Lelaki RU dan AN diketahui lelaki AN merupakan Bandar.

Dan pada  saat di lakukan pengembangan di jalan Kandea untuk kedua kalinya di amankan lelaki HA (43) dengan barang bukti 5 sachet kecil di duga berisi narkoba jenis sabu sedangkan di jalan  Ali Malaka pada lelaki SA(23) di temukan tiga paket sedang dan di jalan Bawakaraeng pada lelaki HE  (30) 2 sachet sedang di duga berisi narkoba jenis sabu, namun beratnya masih di uji di laboratorium forensik.

Masalah penyalahgunaan narkoba di Indonesia saat ini, menurut beberapa pakar, sudah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Bukan hanya di kalangan remaja di perkotaan, bahkan sudah menjalar ke kalangan anak-anak di daerah pedesaan.

Menurut Suryani, SKp, MHSc dalam tulisannya “Permasalahan Narkoba di Indonesia”, saat ini penyalahguna narkoba di Indonesia sudah mencapai 1,5% penduduk Indonesia atau sekitar 3,3 juta orang. Dari 80% pemuda, sudah 3% yang mengalami ketegantungan pada berbagai jenis narkoba.

Bahkan menurut data BNN, setiap hari, 40 orang meninggal dunia di negeri ini akibat over dosis narkoba. Angka ini bukanlah jumlah yang sebenarnya dari penyalahguna narkoba. Angka sebenarnya mungkin jauh lebih besar.

Menurut Dr. Dadang Hawari (dalam tulisannya Penyalahgunaan dan ketergantungan NAZA (Jakarta: Balai Penerbit FKUI 2002), fenomena penyalahgunaan narkoba itu seperti fenomena gunung es. Angka yang sebenarnya adalah sepuluh kali lipat dari jumlah penyalahguna yang ditemukan.

Pemerintah melalui berbagai instansi, telah mencoba untuk mencegah dan membasmi peredaran narkoba di Indonesia. Sudah banyak terpidana kasus narkoba baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri divonis mati oleh pengadilan.

Miris memang, setiap tahun jumlah penyalahguna narkoba justru terus bertambah, baik yang digolongkan sebagai pecandu, yakni orang yang menggunakan atau menyalahgunakan narkotika dan dalam keadaan ketergantungan secara fisik dan psikis. Maupun sebagai korban penyalahgunaan narkoba, yakni seseorang yang tidak sengaja menggunakan narkotika karena dibujuk, diperdaya, ditipu, dipaksa atau diancam untuk menggunakan narkotika.

Narkoba pada dasarnya berfungsi sebagai obat atau bahan yang dapat dimanfaatkan dalam pengobatan medis, pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Namun kemudian disalahgunakan di luar indikasi medis dan tanpa petunjuk atau resep dokter. Penyalahgunaan ini dikarenakan efeknya yang dapat menimbulkan rasa nikmat, rileks, senang, dan tenang.

Perasaan itulah yang dicari oleh para para pemakai meskipun setelah itu mereka seringkali merasa cemas, gelisah, nyeri otot, dan sulit tidur. Selanjutnya, karena digunakan tanpa pengendalian dan pengawasan yang ketat dan seksama, pemakaian narkoba menimbulkan ketergantungan.

Jika hal ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan aksi penyalahgunaan narkoba akan semakin meluas dan memakan korban lebih banyak lagi serta berekses pada hancurnya suatu generasi. Mengingat dampaknya yang sangat berbahaya itu, tentu kita semua akan sepakat untuk memerangi narkoba, dari hulu  (pemerintah) ke hilir (masyarakat)  sebagaimana selama ini kita memerangi tindak kejahatan lain, korupsi dan terorisme misalnya. Untuk menanggulanginya, diperlukan komitmen, kerja keras, sinergitas, koordinasi, dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.

Penulis : Harmeno

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password