Berantas Narkoba, Polrestabes Makassar Kembali Ringkus Dua Pengedar Sabu

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tim Hiu Satuan Narkoba Polrestabes Makassar meringkus 2 pengedar narkoba jenis sabu, Rabu (09/08/17). Pelaku berinisial RU (36) dan AN (23) dari tangan pelaku disita 16 paket kecil narkoba jenis sabu.

Dari hasil introgasi pelaku mendapatkan barang haram tersebut dari lelaki RU yang dimana lelaki RU masih dalam pengejaran petugas.

Pengungkapan berawal saat personil Sat Narkoba hendak mengamankan seorang pelaku Narkoba yang sudah menjadi sasaran operasi namun pada saat hendak di amankan dirumahnya pelaku CU meloloskan diri dengan dibantu oleh keluarga dan warga disekitar lokasi.

Dimana pelaku yang melarikan diri lelaki CU membuang 13 bungkus paketan kecil narkoba jenis sabu dan pada saat dilakukan pengejaran ditemukan barang bukti dan kedua pelaku lainnya kedapatan membawa narkoba jenis sabu yang siap edar, total barang bukti yang ditemukan dan disita 29 saset kecil yang diduga berisi narkoba jenis sabu.

Begitu seriusnya ancaman narkoba yang dapat merusak keberlangsungan hidup generasi muda, maka aparat Polri diminta bersikap tegas terhadap pelaku narkoba. Kapolri mewarning akan melakukan evaluasi terhadap jajarannya yang minim dalam mengungkapkan peredaran narkoba.

Orang nomor satu di tubuh Polri ini menginstruksikan kepada jajaran kepolisian agar tidak takut meringkus bandar narkoba, termasuk juga bandar asing yang masuk ke Indonesia ini. Kepada bandar narkoba, Tito berpesan untuk tidak main-main di Indonesia. Dia bahkan mengancam para bandar narkoba akan berakhir di kamar jenazah jika berani bermain-main.

Dampak bahaya penyalahgunaan narkoba sendiri  bisa berdampak bagi fisik, psikologis dan dampak sosial ekonomi.

Dampak fisik yang ditimbulkan antara lain : gangguan pada sistem saraf (neorologis), kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi, gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah, gangguan pada kulit (dermatologis), penanahan, bekas suntikan dan alergi, gangguan pada paru-paru (pulmoner), penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup, dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.

Dampak psikologis, antara lain berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang diinginkan, ketergantungan/selalu membutuhkan obat.

Sedang dampak sosial dan ekonomi yakni : selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan dan hukum.

Penulis : Abu Uwais

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password