Pasangan Suami Istri di Gowa Dibegal Saat Perjalanan Pulang Kerumah

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Aksi begal (Pencurian dengan kekerasan) kembali terjadi, kali ini terjadi di wilayah Panciro Bontorea, Kab. Gowa, Senin (07/08/17) sekira pukul 21.30 wita.

Adalah pasutri yang menjadi korban begalnya, peristiwa tersebut berawal saat ia dibonceng oleh suaminya dengan menggunakan sepeda motor untuk pulang kerumah di Panciro Bontorea Gowa.

Dipertengahan jalan tiba-tiba datang pelaku dari arah belakang dengan menggunakan Sepeda Motor Yamaha Fino Warna Merah Hitam yang berboncengan lalu memepet sepeda motor korban dan menarik satu buah tas warna coklat yang berisi Hp samsung galaxy Warna putih dan nokia serta dompet warna hitam yang berisi uang tunai 70 ribu dan satu lembar atm.

Setelah kejadian tersebut suami korban menitipkan istrinya dirumah salah satu warga kemudian suami korban menelusuri arah pelaku melarikan diri dan melihat sekelompok pemuda sedang berkumpul ditempat yang gelap serta melihat salah satu ciri-ciri pelaku.

Kemudian suami korban tidak bertindak namun pulang menjemput istrinya untuk dibawa pulang kerumah tidak lama kemudian suami korban menerima telepon dari warga yang tidak diketahui identitasnya menyampaikan bahwa telah ditemukan satu unit sepeda motor Yamaha Fino warna merah hitam.

Personil Polsek Barombong kemudian mendatangi lokasi keberadaan sepeda motor tersebut lalu membuka sadel sepeda motor dan ditemukan tas warna hitam yang sudah kosong isinya.

Motor tersebut diduga adalah milik pelaku yang kemudian diamankan di Polsek Barombong serta mengarahkan korban untuk melapor ke Polres Gowa.

Pengamat Sosial khusus masalah kemiskinan dari Universitas Indonesia, Priadi Permadi mengatakan, fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Tak hanya itu, menurut Priadi, faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Rosdiana

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password