Cegah Penyakit Kanker Serviks, RS. Bhayangkara Lakukan Penyuluhan Kesehatan Bagi Anggota Polwan dan ASN Polda DIY

tribratanews.polri.go.id -Jogja, penyakit kanker servik atau kanker leher rahim masih banyak ditemui terutama menyerang kaum wanita baik remaja maupun dewasa. Hingga tidak heran, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI begitu gencar dalam melakukan sosialisasi akan bahayanya penyakit kanker servik dan agar para wanita sedini mungkin mengantisipasi penyakit yang menyerang sekitar organ kewanitaan ini. Sebagai wanita harus melindungi diri dari penyakit tersebut. Sakit itu tidak ada yang menginginkan.

Hal ini yang disampaikan oleh Wakil Kepala Rumah Sakit (Waka Rumkit) Bhayangkara Polda DIY dr. Winanti dalam Penyuluhan kesehatan tentang Kanker Serviks kepada 75 orang Polwan dan ASN, di RS Bhayangkara, Sleman, rabu (9/8/2017).

Dr. Winanti mengatakan, bahwa menurut data, Setiap satu jam, 1 orang wanita meninggal karena kanker serviks. Dalam sehari, 26 wanita meninggal.

“Di Indonesia, lebih dari 70% pasien datang ke Rumah sakit dalam kondisi stadium lanjut. Rata rata berusia 35 th sd 55 th,” terang Dr. Winanti.

“Sedangkan Penyebab kanker serviks yaitu (dari) Humam Papiloma Virus (HPV). Pria pun bisa terkena HPV. tanpa disadari, kita pun juga bisa terinfeksi HPV,” sambungnya kepada para peserta.

Kanker serviks menurut Dr. Winanti, tidak terjadi tiba tiba. Biasanya diperlukan waktu bertahun tahun, walaupun terkadang dapat terjadi dalam waktu yang lebih singkat.

“Ketika seseorang perempuan terinfeksi tipe tipe tertentu HPV dan sistem imun tubuhnya tak mampu membersihkan virus tersebut, Maka sel sel yang abnormal dapat berkembang di daerah serviks,” katanya.

“Bila tidak diobati atau terdeteksi dini, sel sel abnormal ini akan berkembang menjadi pra kanker, dan secara bertahap menjadi kanker,” sambungnya lagi.

Dr. Winanti berujar, faktor resiko terkena kanker leher rahim antara lain menyerang pada wanita usia diatas 35 tahun. Karena pada umur itu aktif secara seksual. Dia pun menganjurkan untuk umur itu melakukan Pap Smear. Sedangkan Faktor Pil KB yang tidak cocok juga berpengaruh. Riwayat keturunan, sering berganti ganti pasangan, itu juga faktor pemicu.

“Gejala Kanker serviks yaitu perdarahan diluar siklus menstruasi. Ada riwayat keputihan yang menahun. Nyeri yang menjalar dari pinggang kebawah. Juga perdarahan setelah melakukan hubungan seksual. Kita harus waspada,” kata Dr. Winanti mewanti wanti kepada peserta.

Dr. Winanti memberikan solusi bagaimana cara melawan HPV, yaitu dengan konsultasi berkala dengan dokter, juga dengan vaksinasi. Vaksinasi dapat membantu, walaupun hanya mengurangi meskipun tidak menghilangkan sama sekali. Selain itu juga dengan melakukan Pap Smear.

“Vaksinasi HPV diprioritaskan untuk individu yang naive (belum terpapar), yaitu target usia 9-13 tahun. Kenapa pada usia segitu? Karena pada usia segitu belum aktif secara seksual (belum melakukan hubungan suami istri),” ujar Dr. Winanti mengakhiri.

penulis : Dhenyy
editor : Umi Fadilah
publish : Jay

Admin Polri55935 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password