Sembunyikan Sabu di Rak Dapur, Seorang Warga Bontomarannu Ditangkap Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Satuan Reserse Narkoba Polres Gowa kembali menangkap pelaku penyalahgunaan narkoba di Lingkungan Balang-balang, Kel. Borong Loe, Kec. Bontomarannu, Kab. Gowa, Selasa (08/08/17).

Berawal dari informasi masyarakat, Satuan Reserse Narkoba Polres Gowa dipimpin Ipda A. Imran Hamid kemudian melakukan penyelidikan dirumah AH di Lingkungan Balang-balang.

Sekira pukul 00.30 wita petugas kemudian melakukan penggeledahan dirumah tersebut dan menemukan barang bukti berupa 2 sachet plastik bening besar dan 7 sachet bening kecil berisi kristal bening diduga narkotika golongan I jenis shabu.

Barang bukti tersebut ditemukan diatas rak bumbu dapur, di plastik tempat lulur yang dalamnya terdapat 7 sashet bening, sedang 2 sashet bening besar dan 1 bal sashet kosong ditemukan dibawah lemari.

Kemudian barang bukti tersebut diperlihatkan kepada pelaku dan diakui oleh pelaku sebagai miliknya. Selanjutnya pelaku bersama barang bukti diamankan di Mako Polres Gowa guna proses hukum lebih lanjut.

Adapun pasal yang diterapkan kepada terduga pelaku adalah Pasal 112 ayat 2. Ancaman pidana minimal 5 tahun, paling lama 20 tahun dan denda 8 miliyar.

Kasus penyalahgunaan narkoba meningkat dengan cepat di Indonesia, meskipun pemerintah dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya. Penyalahgunaan narkoba memang sulit diberantas. Yang dapat dilakukan adalah mencegah dan mengendalikan agar masalahnya tidak meluas.

Sehingga merugikan masa depan bangsa, karena merosotnya kualitas sumber daya manusia terutama generasi mudanya. Penyalahgunaan narkoba berkaitan erat dengan peredaran gelap sebagai bagian dari dunia kejahatan internasional. Mafia perdagangan gelap memasok narkoba, agar orang memiliki ketergantungan, sehingga jumlah suplai meningkat.

Terjalin hubungan antara pengedar/bandar dan korban. Korban sulit melepaskan diri dari mereka, bahkan tak jarang mereka terlibat peredaran gelap, karena meningkatnya kebutuhan narkoba. Penderita ketergantungan obat-obatan terlarang atau kini umumnya berusia 15-24 tahun. Kebanyakan mereka masih aktif di Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, atau Perguruan Tinggi. Bahkan, ada pula yang masih duduk di bangku di Sekolah Dasar.

Penyalahgunaan narkoba biasanya diawali dengan pemakaian pertama pada usia SD atau SMP, karena tawaran, bujukan, dan tekanan seseorang atau kawan sebaya. Didorong pula oleh rasa ingin tahu dan rasa ingin mencoba, mereka mnerima bujukan tersebut. Selanjutnya akan dengan mudahnya untuk dipengaruhi menggunakan lagi, yang pada akhirnya menyandu obat-obatan terlarang dan ketergantungan pada obat-obatan terlarang.

Narkoba atau napza adalah obat/bahan/zat, yang bukan tergolong makanan. Jika diminum, diisap, dihirup, ditelan, atau disuntikam, berpengaruh terutama pada kerja otak (susunan saraf pusat) dan sering menyebabkan kertergantungan. Akibatnya, kerja otak berubah (meningkat atau menurun). Demikian pula dengan fungsi vital organ tubuh lain (jantung, peredaran darah, pernapasan, dan lain-lain).

Narkoba Jika diisap, atau dihirup, zat diserap masuk ke dalam pembuluh darah melalui saluran hidung dan paru-paru. Jika zat disuntikan, langsung masuk ke aliran darah. Darah membawa zat itu ke otak. Narkoba (narkotik, psikotropika, dan obat terlarang) adalah istilah penegak hukum dan masyarakat. Narkoba disebut berbahaya, karena bahan yang tidak aman digunakan atau membahayakan dan penggunaannya bertentangan dengan hukum atau melanggar hukum.

Oleh  karena itu, penggunaan, pembuatan, dan peredarannya diatur dalam undang-undang. Barang siapa yang menggunakan dan mengedarkannya di luar ketentuan hukum, dikenai sanksi pidana penjara dan hukuman denda.

Napza (narkoba, psikotropika, zat akdiktif lain) adalah istilah dalam dunia kedokteran. Di sini penekanannya pada pengaruh ketergantungannya. Oleh karena itu, selain narkotika dan psikotropika, yang termasuk napza adalah juga obat, bahan atau zat, yang tidak diatur dalam undang-undang, tetapi menimbulkan ketergantungan, dan sering disalahgunakan.

Penulis : Qadri

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password