Kunker ke Jayawijaya, Kapolda Papua: Lakukan Tugas Polri dengan Rasa Syukur dan Ikhlas

Kunker ke Jayawijaya, Kapolda Papua Lakukan Tugas Polri dengan Rasa Syukur dan Ikhlas

Tribratanews.papua.polri.go.id Polda Papua, Wamena –Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, MH bersama Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Irawati Boy Rafli Amar melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Jayawijaya yang mana dalam kesempatan tersebut dilaksanakan tatap muka bersama seluruh personil Polres Jayawijaya, Senin (07/08/2017).

Dalam kesempatannya, Kapolda Kapolda Papua mengatakan bahwa terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian Kapolri yaitu sosok personel Polri yang Profesionel Modern dan terpercaya (Promoter), dengan cara melakukan reformasi cultural, memperbaiki pelayanan public, profesional dalam penegakan hukum, menciptakan sitkamtibmas yang mantap dan manajemen Media.

Untuk bisa mencapai sesuai dengan yang diharapkan Kapolri, Kapolda telah membangun Polri yang Proaktif dengan membangun hubungan kepada tomas, toga dan todat serta lakukan komunikasi yang simpatik dengan mewujudkan semangat persahabatan baik lintas suku dan agama dengan tidam diskriminstif.

“Dalam masyarakat terdapat pelaku kejahatan yang harus diperlakukan sesuai dengan aturan hukum  jangan sampai menjadi bagian pelaku kejahatan. Jabatan dan kewenangan jangan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi serta diharapkan para perwira dapat mengawasi personel Polres Jayawijaya,” kata Kapolda.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan, manfaatkan menjadi Polri sebagai ladang ibadah dan berbuat kebaikan serta bermanfaat bagi masyarakat dan bersatulah dalam kebaikan. Masih banyak berminat menjadi anggota Polri sehingga lebih baik memberhentikan personel yang melakukan pelanggaran.

Kunker ke Jayawijaya, Kapolda Papua Lakukan Tugas Polri dengan Rasa Syukur dan Ikhlas-

“Kepolisian Proaktif pada intinya melakukan pembinaan dan pendekatan kepada masyarakat dengan memberikan bimbingan kepada anak sekolah termasuk antisipasi pemahaman radikal untuk menciptakan masyarakat yang tertib dan patuh hukum. Pemolisian yang berbasis komunitas seperti Polmas untuk membentuk komunitas yang mambantu tugas Polri dengan membahas potensi konflik pada setiap kampung dengan memberdayakan masyarakat serta menjadi perpanjangan tangan Kepolisian,” jelas Kapolda.

Pemolisian reaktif, kata Kapolda, yaitu penegakan hukum pada situasi yang membutuhkan kehadiran anggota Polri yang mengarah kepada konflik sosial. Pemolisian Demokratik yaitu siapa saja boleh menjadi anggota Polri namun Kepolisian harus paham keinginan masyarakat selama  idak bertentangan dengan aturan hukum.

“Pemolisian media sosial dimana aparat hukum harus hadir di dunia maya karena banyak kelompok yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan serta lebih berhati-hati dalam medsos. Dalam melaksanakan tugas kadang tidak sesuai dengan harapan dan belum tentu yang baik untuk orang lain cocok untuk kita dan jadilah Polri yang berjuang di bidang kemanusiaan serta lakukan tugas Polri dengan rasa syukur dan ikhlas,” terang Kapolda.

Kegiatan ini merupakan kunjungan kerja Kapolda Papua bersama dengan Ketua Bhayangkari Daerah Papua sekaligus menghadiri pembukaan festival budaya lembah Baliem 2017 yang akan dibuka pada hari Selasa tanggal 08 Agustus 2017 di Distrik Walesi Kabupaten Jayawijaya.

Penulis             : Dewa Semara
Editor               : Sosra Papua
Publisher         : Reinaldy N R

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password