MAGELANG, JATENG : Polisi Siap Menindak Pelaku Penambangan Ilegal Material Merapi


fb_img_1484142787549_1484144871265PJOLDA ATENG tribratanews.polri go.id .com – Wakapolres Magelang Kompol Heru Budiharto, SIK ,MIM menilai kerusakan alam akibat penambangan ilegal di lereng Merapi dan sejumlah sungai berhulu di gunung berapi itu sangat luar biasa. Untuk itu, polres akan melakukan penindakan tegas.

Untuk itu, Polres Magelang menggelar rapat lintas sektoral dengan Pemkab Magelang, Kejaksaan, pengadilan Negeri, dan Kodim, serta Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Rapat digelar di Aula Mapolres Magelang, Rabu (11/1/2016)

“Rapat ini dilangsungkan dalam rangka penanganan penindakan Galian C secara umum. Karena kita melihat fenomena kerusakan alam yang sangat luar biasa,” kata Kompol Heru Budiharto usai rapat.

Wakapolres menilai proses koordinasi lintas sektoral ini diperlukan. Karena proses penanganan dan penindakan penambangan ilegal harus dilakukan secara komperehensif dan melibatkan semua pemangku kepentingan.

Selama ini kan semua berjalan sendiri-sendiri. Sekarang dengan adanya tim ini penanganan bisa lebih cepat. Misal terkait izin langsung kita bisa tahu mana yang sudah berizin dan sebaliknya. Kalau belum ya kita sikat,” tambahnya.

Disebutkan, banyak keluhan dan laporan dari masyarakat ke kepolisian terkait maraknya penambangan liar di Magelang. ”Fenomena (penambangan) sudah meresahkan, maka kepolisian harus bertindak, pemda dan instansi lain juga harus bertindak,” ujar dia.

Sebelumnya, sejumlah warga melaporkan bahwa Sabodam Kali Putih di wilayah Dusun Jengglik, Desa Ngabak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang terancam aktivitas penambangan alat berat ilegal. Para penambang nekat menambang di sekitar bangunan sabodam. Sehingga posisi sabodam kini dalam kondisi menggantung.

Warga tidak berani mencegah aktivitas penambangan ilegal karena takut. Mereka memilih melaporkan aktivitas ilegal ini melalui sejumlah grup media sosial (medsos) dengan harapan mendapatkan perhatian dari aparat terkait.

Disebutkan, bahwa alat berat berwarna biru melakukan pembangan secara serampangan di bawah bangunan pengendali lahar itu. Alat berat tersebut mengeruk material pasir dan kemudian menatanya agar siap diangkut armada truk pasir.

Jika ada banjir lahar, dikhawatirkan sabodam tersebut akan jebol. “Sabodam sudah menggantung dan nyaris jebol. Padahal sabodam berfungsi sebagai penahan banjir lahar. Ini mengancam warga di bantaran sungai,” kata salah satu warga ,Joko

Penambangan manual maupun alat berat yang berada disungai bethulu di gunung Merapi semuanya belum nengantongi izin.
Akibat penambamgan juga mengakibatkan banyaknya kerusakan jalan terutama jalur evakuasi bilamana terjadi erupsi merapi, adapun penambangan marak ada di wilayah Sawangan, Dukun, dan Srumbung.

Penulis : Wahyu Humas Res Magelang.

Admin Polri54172 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password