Hari ke-3 Operasi Bina Karuna 2017 : Polres Kapuas Hulu Berburu Hot Spot

Tribratanews.polri.go.id, Polda Kalbar Polres Kapuas Hulu – Pada hari Minggu (6/8/2017) , Polres Kapuas Hulu menurunkan dua pleton Melaksanakan pengecekan titik api (hot spot) di Kecamatan Kalis dan Kecamatan Bika.

Untuk wilayah Kecamatan Kalis dipimpin langsung oleh Kapolres Kapuas Hulu AKBP Imam Riyadi, S.IK, MH dan didampingi oleh Kabag Ops, Kasat intel, Kasat Sabhara, dan pleton 3 Polres Kapuas Hulu. Sedangkan untuk di Kecamatan Bika dipimpin oleh Kasat Narkoba yang didampingi oleh KBO Binmas, KBO Lantas serta pleton 2 Karhutla Polres Kapuas Hulu.

Tim yang dipimpin oleh Kapolres Kapuas Hulu pada pukul 10.30 wib tiba di lokasi titik api Desa Tekudak Kec. Kalis dan ditemukan bekas / bara api di lahan dengan luas sekitar 1 Hektar, dari keterangan sdr. Paulus Jagung selaku Kadus bahwa pemilik dari lahan tersebut adalah sdr. ALOY(46) lahan tersebut dipakai oleh warganya untuk berladang (menanam padi).

Kemudian sekitar pukul 11.00 wib Kapolres Kapuas Hulu bersama Tim meninggalkan lokasi dan melakukan mobiling di daerah transmigrasi HTI Tekudak dan tidak menemukan titik api (hot spot).

Sekira pukul 11.40 ditemukan titik api di Dusun Cempaka Putih, Desa Kalis Raya Kec. Kalis dengan luas lahan sekitar 0,4 hektar dan diperoleh informasi bahwa pemilik lahan tersebut adalah Siti Jumida (45) warga Desa Tanjung Jaya Kecamatan Kalis yang rencananya akan ditanami padi.

Kemudian sekitar pukul 13.30 wib ditemukan titik api di Dusun Tanjung Jaya dibawah mungguk petai Kecamatan Kalis dengan luas lahan sekitar 0,5 hektar dan diperoleh informasi bahwa pemilik lahan tersebut adalah sdr. Alilahan tersebut untuk berladang (ditanami padi).

IMG_1161

Sedangkan pleton 2 Polres Kapuas Hulu yang dipimpin Kasat Narkoba dengan sasaran Kecamatan Bika menemukan titik api (hot spot) di Desa Teluk Sindur dengan luas lahan sekitar 25 m X 1100 m, milik beberapa orang warga Masyarakat setempat yang rencananya lahan tersebut akan ditanami padi.

Pantauan dilapangan bahwalahan yang terbakar tersebut memang sengaja dibakar oleh warga Masyarakat setempat yang keperluannya untuk berladang (ditanami padi).

Pada kesempatan tersebut Kapolres Kapuas Bersama tim memberikan himbauan kepada warga Masyarakat tentang bahaya yang ditimbulkan akibat membuka lahan dengan cara dibakar yaitu terjadinya bencana asap yang dapat mengakibatkan terhadap kesehatan yaitu timbulnya penyakit ISPA serta kerusakan ekosistem hayati, Untuk itu disarankan kepada warga Masyarakat agar mengubah pola lama tersebut dengan cara yang ramah lingkungan.

“Pada kesempatan Kali ini kami dari Polres Kapuas Hulu menghimbau Kepada masyrakat Kab. Kapuas Hulu agar tidak membuka hutan untuk berkebun dengan cara membakar mengingat akan merusak ekosistem dan mengurangi udara segar untuk anak cucu kita kelak” Himbau Kapolres Kapuas Hulu.

Penulis : Jaspian
Editor : Umi Fadillah /Sugeng HS
Publihs : Cucu Sayifudin

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password