Tersangka Dugaan Penyalahgunaan Dana Daerah Dapat Kawalan Ketat Polda Jatim

Tribratanews.polri.go.id-Polda Jawa Timur, Lima tersangka dugaan suap penanganan perkara alokasi dana desa hasil OTT KPK di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur keluar dari gedung Ditreskrimsus Polda Jawa Timur. Satu tersangka di antaranya Bupati Pamekasan, Achmad Syafii, Kamis dini hari (3/8/2017).

Lima tersangka itu menjalani pemeriksaan lanjutan di Polda Jatim sekira sepuluh jam, sejak Rabu sore (2/8/ 2017) hingga Kamis (3/8/2017) dini hari. Ikut diperiksa pula enam saksi dari lingkungan Kejari dan Pemkab Pamekasan. Sebelum itu, mereka sempat diperiksa di Mapolres Pamekasan.

Berdasarkan pengamatan, di gedung Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Jatim, pertama yang digiring petugas KPK keluar dari dalam gedung menuju bus ialah Bupati Pamekasan, Achmad Syafii. Dia tak lagi memakai baju dinas seperti saat pertama tiba di Polda Jatim.

Syafii mengenakan baju kotak-kotak merah-ungu-putih berbalut jaket warna gelap. Tangan kanannya memegang kacamata sambil sesekali menutupi sorot kamera wartawan. Senyum tipis sesekali menyungging dari bibirnya. Dia tidak menjawab ketika ditanya soal penetapan tersangka dari KPK atas dirinya.

Tiga tersangka lain menyusul keluar di belakang Syafii. Semuanya mengenakan masker wajah sehingga tampak seperti petugas KPK. Sedangkan satu tersangka, Kepala Desa Dasok Agus Mulyadi, dikabarkan sakit dan dirawat di RS Bhayangkara.

Dikawal petugas KPK dan polisi, keempat tersangka itu masuk ke dalam bus milik Polda Jatim menuju Bandara Internasional Juanda Surabaya. Informasinya, para tersangka akan diterbangkan ke kantor KPK di Jakarta.

Adapun enam orang yang sempat ikut diamankan KPK di Pamekasan tidak terlihat ikut masuk ke dalam bus, termasuk Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Pamekasan, Eka Hermawan; Kepala Seksi Intelijen, Soegeng; staf Kejari Pamekasan, Indra Permana, dan dua staf Inspektorat.

“Yang tiga jaksa sudah selesai diperiksa, tapi masih di dalam,” kata petugas jaga Ditreskrimsus Polda Jatim. Berdasarkan keterangan KPK, tiga orang dari Kejaksaan dan tiga dari Pemkab Pamekasan statusnya hingga kini masih sebagai saksi. Mereka dilepas.

Penyidik KPK irit bicara ketika ditanya soal pemeriksaan terhadap kelima tersangka itu. Penyidik juga enggan menjawab ketika ditanya soal nasib keenam saksi, apakah masih akan diperiksa di Polda Jatim atau diperbolehkan pulang. “Langsung tanya Humas saja,” kata salah seorang penyidik KPK.

Operasi tangkap tangan itu diduga terkait penanganan kasus penggelapan alokasi dana desa 2015-2016 di Desa Dasok, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, sebesar Rp100 juta. Kasus itu ditangani Kejari Pamekasan. Kasus dihentikan setelah ada dugaan suap Rp 250 juta.

KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Bupati Pamekasan, Achmad Syafii; Kepala Kejari Pamekasan, Rudi Indra Prasetya; Kepala Inspektorat Pamekasan, Sucipto Utomo; Kabag Administrasi Inspektorat, Noer Sollehhodin dan Kepala Desa Dasok, Agus Mulyadi.

Penulis ; Herry

Editor    : Umi Fadilah

Publish : Herry

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password