Polair Polres Banyuwangi Bagikan 100 Bendera Untuk Nelayan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jawa Timur, Kasatpolair Polres Banyuwangi AKP SUBANDI, S.Sos., M.Si. memberikan 100 bendera merah putih kepada Nelayan di Pantai Cemara, Kamis (3/8/2017).

Kasatpolair Polres Banyuwangi bersama anggota Polair membagikan bendera merah putih kepada para nelayan di Pantai Cemara Banyuwangi. Bendera-bendera Merah Putih yang sudah usang terpasang di tiang bendera perahu diganti bendera merah putih yang baru. Para Nelayan dengan suka cita menerima pemberian bendera merah putih dari  petugas Polair tersebut kemudian mereka melepas bendera merah putih yang lama karena warnanya telah mulai memuudar, lalu menggantinya dengan bendera merah putih yang baru. Penggantian ini disaksikan Anggota Polair dan Nelayan yang secara bersama-sama meriakan pekik “MERDEKA” dan “NKRI HARGA MATI”

Kasatpolair menyerahkan secara simbolis bendera merah putih kepada Ketua Paguyuban Nelayan  Pantai Cemara untuk kemudian diserahkan kepada nelayan Pantai Cemara, Banyuwangi.

Dalam penyerahan bendera tersebut Kasatpolair mengatakan, bendera merah putih ini sebagai wujud untuk menumbuhkan kembali rasa Nasionalisme nelayan Kabupaten Banyuwangi terhadap kecintaanya kepada Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Menyambut HUT RI ke-72 kita sengaja menggelar “Gerakan Patroli Cinta Tanah Air”. bertujuan menumbuhkan rasa nasionalisme di kalangan nelayan dengan cara membagikan bendera merah putih gratis untuk dipasang di kapal/perahu masing-masing,” kata Kasatpolair Polres Banyuwangi.

100 bendera Merah Putih dengan ukuran 90 x 60 cm diserahkan dan langsung dipasang di tiang Kapal nelayan Banyuwangi. Ide ini muncul karena memasang bendera di atas kapal hukumnya wajib. Aturan itu tertuang dalam Undang-Undang Pelayaran Nomer 17 Tahun 2008 pasal 65 ayat 1 yang menegaskan bahwa kapal berkebangsaan Indonesia wajib mengibarkan bendera merah putih sebagai tanda kebangsaan kapal tersebut.

“Jika dilanggar sanksi administrasi berupa pelarangan pelayaran bisa dijatuhkan karena kapal dianggap illegal. Apabila ada kapal asing mengganggu nelayan nusantara yang sedang berlayar berarti sama juga mengganggu negara,” ungkap Kasatpolair AKP Subandi, S.Sos., M.Si.

Penulis : Andri

Editor   : Umi Fadilah

Publish : Andri

Admin Polri55959 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password