Praperadilan Polres Merauke Terkait Masalah Penangkapan Dan Penahanan Kasus Pengeroyokan

Tribratanews.polri.go.id Polda Papua-Merauke. Sidang praperadilan terhadap Polres Merauke dengan agenda putusan Sidang  dengan hakim tunggal Rizky Januar, SH, MH itu dimenangkan oleh Polres Merauke sebagai pihak termohon.  (2/8/2017).

Dimana Praperadilan terhadap Kepolisian Resor Merauke terkait masalah penangkapan dan penahanan terhadap 4 orang tersangka kasus Pengeroyokan pada hari sabtu tanggal 5 Juli 2017.

Kejadian bertempat di daerah lampu satu Merauke korban bersama 4 korban lainnya mereka sedang kumpul kumpul lalu datang terlapor dan kawan-kawan langsung memukul para korban hingga luka-luka.

Atas kejadian tersebut maka terjadi Praperadilan yang diajukan  oleh 4 tersangka kasus dugaan pengeroyokan tersebut  melalui Kuasa Hukumnya  Betsi R. Imkotta, SH dan Edward,  SH,  sebagai pemohon kepada Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kapolri Cq Kapolda Papua Cq  Kapolres Merauke sebagai termohon.

Diketahui, dalam perkara praperadilan  tersebut ada beberapa item yang diajukan oleh pemohon Diantaranya  penangkapan dan penahanan  yang dilakukan oleh termohon dikatakan tidak sah  karena menurut para pemohon  tidak  menerima surat penangkapan dan penahanan.

Namun berdasarkan hasil pemeriksaan surat administrasi dan saksi  baik yang diajukan oleh pemohon maupun termohon menyatakan bahwa penangkapan dan penahanan yang dilakukan terhadap  para pemohon adalah sah, Karena surat penangkapan dan penahanan  yang dilakukan oleh termohon sudah dilakukan secara patut.

“Kuasa Hukum Polda Papua AKBP Mada Indra terkait hasil putusan tersebut mengaku menyampaikan terima kasih atas penilaian hakim yang menurutnya sudah sangat obyektif, Kami   terima kasih atas penilaian hakim yang sudah obyektif atas kegiatan kita,’’ jelas AKBP Mada Indra.

Penulis  : Andre
Editor    : Umi Fadilah
Publish  : Dyas

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password