Kasus Penganiayaan Bayi “ J “ : Penyidik Subdit Renakta Bertindak Proaktif dan Profesional

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali, Peristiwa menghebohkan Dunia Maya tentang tindak kekerasan terhadap anak yang dilakukan seorang Ibu kandung berinisial M yang sempat viral di Media Sosial belakangan ini menjadi perhatian serius Sub Direktorat ( Subdit ) Remaja, Anak dan Wanita ( Renakta ) Direktorat Reserse Kriminal Umum ( Reskrimum ) Polda Bali, dan telah ditangani dengan cepat melalui mekanisme sesuai peraturan per-Undang-undangan. Jumat/28/7.

Tayangan yang membuat miris para orang tua ini diketahui penyidik pada hari Kamis tanggal 27 Juli 2017 setelah video tindak kekerasan terhadap bayi J menjadi viral di Medsos. Tidak buang-buang waktu Kasubdit IV Renakta Dit Reskrimum Polda Bali AKBP Sangayu Alit Saparini, S.H., M.M melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Bali dan hasilnya bahwa memang benar terjadinya peristiwa kekerasan terhadap seorang bayi berinisial J yang dilakukan oleh Ibu kandungnya sendiri dan telah adanya 2 kali permintaan dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A ) Provinsi Bali kepada Dinas Sosial Provinsi Bali untuk menyerahkan korban bayi J kepada Ibu kandungnya serta adanya putusan rapat pada hari Senin, tanggal 24 Juli 2017 di kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan Prov. Bali, dengan putusan rapat bahwa pada hari Kamis tanggal 27 Juli 2017, bayi J akan diserahkan pengasuhannya kembali kepada ibu kandungnya. Pada saat koordinasi tersebut Kasubdit Renakta memberikan saran hukum untuk menunda penyerahan bayi tersebut , sehingga Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali membuat surat kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Provinsi Bali dan Ketua P2TP2A yang substansinya bahwa penyerahan bayi J ditunda sampai ada pernyataan dari P2TP2A dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Prov. Bali yang memberikan jaminan bahwa ibu dari bayi J tidak akan lagi melakukan kekerasan terhadap anaknya dengan dilampirkan surat keterangan dari dokter kejiwaan yang independent. Penyidik Subdit Renakta Dit Reskrimum Polda Bali melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan bahan-bahan keterangan guna memperjelas peristiwa yang terjadi , mencari Tempat Kejadian Perkara ( TKP ) termasuk melakukan Profiling terhadap Ibu bayi ( M ) dan kondisi bayi J.

Laporan dari masyarakat peduli dengan anak-anak terlantar atau ditelantarkan oleh orangtuanya diterima Subdit Renakta Dit Reskrimum Polda Bali pada hari Jumat tanggal 28 Juli 2017 sekira pukul 09.00 wita dan laporan tersebut sejalan dengan hasil penyelidikan yang telah dilakukan Subdit Renakta dan telah dituangkan dalam laporan polisi dengan nomor laporan : Lp/329/VII/2017/Spkt tanggal 28 Juli 2017 serta dibuatnya Berita Acara Pemeriksaan terhadap Saksi Pelapor, malam hari pada hari yang sama Jumat 28 Juli 2017 pelaku Ibu kandung J diamankan di Polda Bali untuk dimintai keterangan dengan persangkaan pasal 44 ayat (1 ) UU RI No. 23 tahun 2004 tentang PKDRT dan atau pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2004 tentang Perlindungan Anak.

“ Tidak ada penolakan maupun penundaan kasus tindak kekerasan terhadap anak J yang dilaporkan ke Polda Bali, yang ada adalah tindakan proaktif Kasubdit Renakta Dit Reskrimum Polda Bali yang membuat laporan informasi dan melakukan penyelidikan lebih awal sebelum kasusnya dilaporkan ke Polda Bali “ demikian penegasan Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, S.I.K., M. Si. menanggapi pemberitaan media.

Penulis : Ida Bagus Sarjana

Editor   : Umi Fadilah

Publish : Adhitya Yoga

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password