Berhasil Jaga Stabilitas Harga Pangan, Polri Dapat Apresiasi dari Kementan dan Kemendag

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengikuti vicon bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Ruang Vicon Polda Sulsel, Selasa (01/07/17).

Vicon tersebut membahas tentang kebakaran hutan dan lahan, HTI dan perkembangannya, penanganan kasus pangan, isu-isu aktual yang berkembang Saat ini.

Selain Kapolri hadir pula Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan komisioner KPPU.

Kapolri mengungkapkan keberhasilan menekan harga sembako dibulan Ramadhan agar terus bisa dipertahankan bersama-sama sehingga membantu masyarakat maupun pemerintah.

Sementara itu Menteri Pertanian mengucapkan terimakasihnya kepada Kapolri dan jajarannya yang telah memperhatikan panjangnya jalur distribusi bahan pangan. Komoditas strategis penyumbang inflasi 26% sehingga perlu mendapat perhatian khusus karena merupakan kebutuhan seluruh masyarakat indonesia.

“Target yakni menekan inflasi dan meningkatkan kesejahteraan, bagaimana agar pengusaha untung dan konsumen tersenyum,” ucap Amran Sulaiman.

Total disparitas 9 komoditas strategis 400 triliun. Khusus beras hanya segelintir midle man yang mendapat keuntungan seharusnya dapat lebih merata keuntungan. Keuntungan para midle man bahkan mencapai 2 kali lipat petani padi.

“Demi kepentingan bangsa negara, yakni keamanan pangan. Pertahanan pangan sangat identik dengan ketahanan negara,” katanya.

Mentan Indonesia sangat terbuka bagi para investor pangan, namun tetap harus mengikuti aturan.

Menteri Perdagangan pun mengucap terima kasihnya atas hadirnya Satgas Pangan Polri untuk menekan spekulan melaksanakan upaya kurang sehatnya.

Kementerian Perdagangan dalam waktu singkat akan turun mendata posisi dan stok gudang sehingga diharapkan secara dini para pelaku usaha dapat melaporkan secara online maupun manual.

“Sebab apabila sampai tenggat waktu tidak melaporkan akan dikenai sanksi bahkan sampai pembekuan usahal,” ungkap Enggartiasto.

Mendag juga meminta bantuan Polri mengendalikan harga garam. Untuk sementara waktu mendag akan melaksanakan impor garam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu Komisioner KPPU mengungkapkan pihaknya telah melakukan penindakan maupun advokasi yang saat ini diamanatkan oleh kementerian koperasi untuk melaksanakan kemitraan.

Untuk itu sebagaimana asas koperasi yakni gotong royong dan berkeadilan, inilah yang coba dihilangkan KPPU yakni upaya monopoli pelaku usaha. Sudah banyak kartel yang mendapat sanksi dari KPPU diantaranya yakni kartel minyak goreng, komoditi ayam dan garam.

Cara kerja KPPU sendiri baik menunggu laporan yang dilanjutkan penyidikan maupun upaya penyelidikan sendiri.

Demikian halnya dengan komoditi beras, dimana ada dugaan pemalsuan standarisasi beras. Sehingga KPPU berterimakasih kepada Polri dan akan berkoordinasi dengan organisasi terkait masalah standar beras.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan hingga saat ini Satgas Pangan Polri gabungan instansi terkait telah menangani ratusan kasus berbagai komoditi.

Diakhir vicon, Kapolri mengajak seluruh hadirin membuka pikiran masalah pangan. Sebab masalah pangan kata Tito, mempengaruhi ekonomi, sedang ekonomi dengan keamanan memiliki sifat saling bergantung dan mempengaruhi.

Pertumbuhan ekonomi dan inflasi sangat mempengaruhi situasi ekonomi masyarakat. Posisi pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini sudah sangat baik diatas 5% ini harus diimbangi dengan menekan inflasi.

Presiden memerintahkan agar baik pusat sampai ke daerah bekerja sama menahan laju inflasi syukur apabila sampai terjadi deflasi.

Keberhasilan menekan harga saat bulan Ramadhan kemarin dapat menjadi rule model dalam menjaga stabilitas harga. Senantiasa koordinasikan dengan pihak terkait untuk kepentingan masyarakat. Banyak kepala daerah Satgas Pangan agar bergabung dalam TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah).

“Polisi bukan ahlinya, agar berhati-hati dalam pelaksanaan, kapan saat bertindak maupun pendampingan, jangan sampai justru merugikan dan mengakibatkan kelangkaan komoditi, ucap Kapolri.

Penulis : Bara

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password