Polda Babel Tahan Tiga Pengusaha Pupuk yang Tidak Sesuai Label

Tribratanews.polri.go.id,- Polda Babel, Penyidik dari Subdit Indag Direktorat Kriminal Khusus Polda Kepulauan Bangka Belitung telah menahan 3 (tiga) Pengusaha Pupuk Yang Memperdagangkan/ mengedarkan Pupuk yang tidak sesuai label dan atau tidak sesuai dengan Standart yang dipersyaratkan dan atau tidak sesuai ketentuan perundang-undangan dan atau tidak sesuai dengan mutu.
PhotoPictureResizer_170731_185904663-412x309-300x225Tiga Pengusaha Pupuk yang ditahan Penyidik Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Kep. Babel sejak Sabtu 29 Juli 2017 di Rutan Mako Polda Kep. Babel yaitu EM als A selaku Pemilik CV Elisabeth Pangkal pinang (46), HT als A selaku Pemilik PT Setiajaya Makmurindo Pangkalpinang (59) dan SL als A selaku Pemilik PT Lugita Jaya (62).

Demikian disampaikan oleh Kapolda Kep. Bangka Belitung Brigjen Pol Drs. Anton Wahono saat Konferensi Pers bersama Gubernur Provinsi Kep. Babel DR. Erzaldi Rosman Djohan SE MM dengan didampingi Dirreskrimsus Kombes Pol Mukti Juharsa SIK di Gudang CV Elisabeth Jl Parit Lalang Kecamatan Rangkui Kota Pangkal Pinang, Senin (31/7/2017) Pukul 14.00 Wib.

Kapolda juga mengatakan bahwa 3 (tiga) Pengusaha Pupuk yang ditahan di Rutan Polda Kep.Babel yang saat ini dihadirkan dalam Konferensi Pers di Gudang milik salah satu Tersangka berinisial EM als A ini, adalah hasil dari penindakan Satgas Pangan Provinsi Kep. Bangka Belitung yang terdiri atas Personel Polda Kep. Babel, Dinas Pangan Provinsi Kep. Babel dan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunnak) Provinsi Kep. Babel dibawah Pimpinan Dirreskrimsus Polda Kep. Babel Kombes Pol Mukti Juharsa SIK selaku Ketua Satgas Pangan.

Selanjutnya Kapolda mengatakan bahwa 3 (tiga) Pengusaha Pupuk yang ditahan tersebut disangka melanggar Pasal 60 ayat (1) huruf f dan i dari UU RI No 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dengan ancaman pidana 5 tahun dan denda Rp 250 Juta; dan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan e UU RI No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungam Konsomen dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun dan denda maksimal dua Milyar rupiah; dan Pasal 135 Jo Psl 71 ayat (2) UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman maksimal 2 tahun dan denda Empat Milyar Rupiah.

Kapolda mengatakan, bahwa barang bukti yang telah disita dalam kasus perdagangan pupuk yang tidak sesuai SNI ini total sebanyak 142 (seratus empat puluh dua) Ton berbagai merk, dengan rincian sebanyak 58,70 (lima puluh delapan koma tujuh puluh) Ton milik Tersangka EM Als A; Sebanyak 58,30 (lima puluh delwpan koma tiga puluh) Ton milik Tersangka HT als A, dan sebanyak 25 (dua puluh lima) Ton milik Tersangka ZL als A.

Di sisi lain, Gubernur Provinsi Kep. Babel mengatakan, “Satgas Pangan Provinsi Kep. Babel ini tidak hanya bekerja pada bulan Ramadhan tahun 2017 yang lalu yang sering melakukan Operasi Pasar terhadap Sembako dengan tujuan mengendalikan harga. Namun juga melakukan penegakan hukum apabila ada pelaku udaha yang melakukan tindak pidana di bidang pangan lainnya, seperti peredaran pupuk yang tidak sesuai mutu atau standar atau SNI,” terangnya.

“Termasuk juga jika produksi mineral (air minum kemasan) yang tidak sesuai SNI atau tidak ada ijin edar juga menjadi sasaran Satgas Pangan untuk dilakukan penegakkan hukum dengan mengedepankan Penyidik Ditreskrimsus Polda Kep. Babel,” tambahnya.

Penulis : Abdul Mun’im
Editor   : Umi Fadilah
Publish : Dukidull

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password