Polrestabes Makassar Ringkus Dua Pelaku Penyalahgunaan Obat Daftar G, Satu Diantaranya Sarjana Kedokteran

Artikel, Polrestabes Makassar Ringkus Dua Pelaku Penyalahgunaan Obat Daftar G, Satu Diantaranya Sarjana Kedokteran

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Satuan Narkoba Polrestabes Makassar meringkus dua pelaku penyalahgunaan obat daftar G, Senin (31/07/17).

Dua (2) pelaku masing–masing berinisial GS (26) warga Jalan Hos. Cokrominoto  Makassar dan SU alias Soe (28) warga jalan Gunung Latimojong Makassar keduanya diringkus Unit 3 Tim Tindak 1 Satuan Narkoba Polrestabes Makassar yang dipimpin Iptu Jumadi.

“Diketahui salah satu pelaku GS yang mengkomsumsi obat daftar G jenis Somadril merupakan lulusan S1 Kedokteran di salah satu universitas di Kota Makassarl,” terang Kasat Narkoba Kompol Diari Astetika.

Berawal kedua pelaku berangkat ke jalan pasar baru jalan Patimura Makassar kemudian lelaki GS membeli 3 bungkus plastik kecil yang perbungkusnya berisi 10 butir Obat Somadril kepada tukang parkir yang tidak dikenal, selanjutnya pelaku menuju ke jalan Gunung Merapi tepatnya di penjual sate disitu pelaku lelaki GS konsumsi 1 butir somadril.

Setelah itu lelaki GS mengantar lelaki SU alias Soe  pulang ke rumah di jalan Gunung Latimojong Makassar, pas didepan rumah lelaki SU alias Soe anggota Narkoba Polrestabes Makassar mengetuk pintu mobil lalu di lakukan pemeriksaan dan di temukan obat daftar G jenis somadril dari tangan lelaki GS sebanyak 29 Butir.

Selanjutnya pelaku bersama barang bukti di bawah ke Polrestabes Makassar guna penyidikan lebih lanjut.

Obat ini mempunyai efek yang sangat buruk kepada pemakai setelah mengkonsumsinya. Obat ini bisa merusak generasi muda bangsa ini, Apalagi peredarannya sudah masuk Lingkungan sekolah.

Pelaku diancam pasal 196 JO 98 (ayat 2 dan 3) undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kasus penyalahgunaan narkoba meningkat dengan cepat di Indonesia, meskipun pemerintah dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya. Penyalahgunaan narkoba memang sulit diberantas. Yang dapat dilakukan adalah mencegah dan mengendalikan agar masalahnya tidak meluas.

Sehingga merugikan masa depan bangsa, karena merosotnya kualitas sumber daya manusia terutama generasi mudanya. Penyalahgunaan narkoba berkaitan erat dengan peredaran gelap sebagai bagian dari dunia kejahatan internasional. Mafia perdagangan gelap memasok narkoba, agar orang memiliki ketergantungan, sehingga jumlah suplai meningkat.

Terjalin hubungan antara pengedar/bandar dan korban. Korban sulit melepaskan diri dari mereka, bahkan tak jarang mereka terlibat peredaran gelap, karena meningkatnya kebutuhan narkoba. Penderita ketergantungan obat-obatan terlarang atau kini umumnya berusia 15-24 tahun. Kebanyakan mereka masih aktif di Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, atau Perguruan Tinggi. Bahkan, ada pula yang masih duduk di bangku di Sekolah Dasar.

Penyalahgunaan narkoba biasanya diawali dengan pemakaian pertama pada usia SD atau SMP, karena tawaran, bujukan, dan tekanan seseorang atau kawan sebaya. Didorong pula oleh rasa ingin tahu dan rasa ingin mencoba, mereka mnerima bujukan tersebut. Selanjutnya akan dengan mudahnya untuk dipengaruhi menggunakan lagi, yang pada akhirnya menyandu obat-obatan terlarang dan ketergantungan pada obat-obatan terlarang.

Narkoba atau napza adalah obat/bahan/zat, yang bukan tergolong makanan. Jika diminum, diisap, dihirup, ditelan, atau disuntikam, berpengaruh terutama pada kerja otak (susunan saraf pusat) dan sering menyebabkan kertergantungan. Akibatnya, kerja otak berubah (meningkat atau menurun). Demikian pula dengan fungsi vital organ tubuh lain (jantung, peredaran darah, pernapasan, dan lain-lain).

Narkoba Jika diisap, atau dihirup, zat diserap masuk ke dalam pembuluh darah melalui saluran hidung dan paru-paru. Jika zat disuntikan, langsung masuk ke aliran darah. Darah membawa zat itu ke otak. Narkoba (narkotik, psikotropika, dan obat terlarang) adalah istilah penegak hukum dan masyarakat. Narkoba disebut berbahaya, karena bahan yang tidak aman digunakan atau membahayakan dan penggunaannya bertentangan dengan hukum atau melanggar hukum.

Oleh  karena itu, penggunaan, pembuatan, dan peredarannya diatur dalam undang-undang. Barang siapa yang menggunakan dan mengedarkannya di luar ketentuan hukum, dikenai sanksi pidana penjara dan hukuman denda.

Napza (narkoba, psikotropika, zat akdiktif lain) adalah istilah dalam dunia kedokteran. Di sini penekanannya pada pengaruh ketergantungannya. Oleh karena itu, selain narkotika dan psikotropika, yang termasuk napza adalah juga obat, bahan atau zat, yang tidak diatur dalam undang-undang, tetapi menimbulkan ketergantungan, dan sering disalahgunakan.

Penulis : Rosdiana

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password