Gerebek Narkoba di Hotel, Polsek Ujung Pandang Gelandang 1 Pria dan Dua Wanita

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Personil Gabungan Polsek Ujung Pandang melakukan penggrebekan penyalahgunaan Narkotika jenis sabu disebuah kamar Hotel Losari Metro dijalan Chairil Anwar, Senin (31/07/17).

Tiga pelaku dua diantaranya perempuan masing–masing lelaki IL alias Doyok (26) warga Tinumbu Makassar, perempuan inisial YE alias Yeye (18) Warga Tinumbu Makassar dan perempuan FI alias Chilonk (25) warga Gatot Subroto Makassar diringkus Tim Gabungan Polsek Ujung Pandang yang dipimpin Ipda Wayan.

Tertangkapnya para pelaku  penyalahgunaan barang haram tersebut berawal dari laporan warga melalui Via telefon kepada  piket penjagaan Polsek Ujung Pandang bahwa di Hotel Losari Metro jalan Chairil Anwar kamar 507 ada pesta narkoba.

Dari informasi tersebut personil gabungan Polsek Ujung Pandang melakukan penyelidikan. Hasilnya di tangkap tiga orang yang sedang asik pesta sabu.

Dari tangan mereka petugas menemukan barang bukti berupa 1 ( satu ) saset berisi kristal bening yg berisi sabu, 2( Dua ) buah korek gas, 1( Satu ) buah pipet warna putih yang sudah di modifikasi untuk menjadi sendok, 1 ( satu ) buah kaca pireks yang di dalamnya masih ada sisa bubuk kristal bening di duga sabu dan 1( satu ) set alat hisap sabu yang terbuat dari botol plastik air mineral dan penutupnya telah di pasangi pipet (Bong).

Setelah berhasil mengamankan pelaku dan barang bukti , pelaku selanjutnya di gelandang ke Polsek Ujung Pandang untuk dilakukan penyidikan.

Masalah penyalahgunaan narkoba di Indonesia saat ini, menurut beberapa pakar, sudah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Bukan hanya di kalangan remaja di perkotaan, bahkan sudah menjalar ke kalangan anak-anak di daerah pedesaan.

Menurut Suryani, SKp, MHSc dalam tulisannya “Permasalahan Narkoba di Indonesia”, saat ini penyalahguna narkoba di Indonesia sudah mencapai 1,5% penduduk Indonesia atau sekitar 3,3 juta orang. Dari 80% pemuda, sudah 3% yang mengalami ketegantungan pada berbagai jenis narkoba.

Bahkan menurut data BNN, setiap hari, 40 orang meninggal dunia di negeri ini akibat over dosis narkoba. Angka ini bukanlah jumlah yang sebenarnya dari penyalahguna narkoba. Angka sebenarnya mungkin jauh lebih besar.

Menurut Dr. Dadang Hawari (dalam tulisannya Penyalahgunaan dan ketergantungan NAZA (Jakarta: Balai Penerbit FKUI 2002), fenomena penyalahgunaan narkoba itu seperti fenomena gunung es. Angka yang sebenarnya adalah sepuluh kali lipat dari jumlah penyalahguna yang ditemukan.

Pemerintah melalui berbagai instansi, telah mencoba untuk mencegah dan membasmi peredaran narkoba di Indonesia. Sudah banyak terpidana kasus narkoba baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri divonis mati oleh pengadilan.

Miris memang, setiap tahun jumlah penyalahguna narkoba justru terus bertambah, baik yang digolongkan sebagai pecandu, yakni orang yang menggunakan atau menyalahgunakan narkotika dan dalam keadaan ketergantungan secara fisik dan psikis. Maupun sebagai korban penyalahgunaan narkoba, yakni seseorang yang tidak sengaja menggunakan narkotika karena dibujuk, diperdaya, ditipu, dipaksa atau diancam untuk menggunakan narkotika.

Narkoba pada dasarnya berfungsi sebagai obat atau bahan yang dapat dimanfaatkan dalam pengobatan medis, pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Namun kemudian disalahgunakan di luar indikasi medis dan tanpa petunjuk atau resep dokter. Penyalahgunaan ini dikarenakan efeknya yang dapat menimbulkan rasa nikmat, rileks, senang, dan tenang.

Perasaan itulah yang dicari oleh para para pemakai meskipun setelah itu mereka seringkali merasa cemas, gelisah, nyeri otot, dan sulit tidur. Selanjutnya, karena digunakan tanpa pengendalian dan pengawasan yang ketat dan seksama, pemakaian narkoba menimbulkan ketergantungan.

Jika hal ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan aksi penyalahgunaan narkoba akan semakin meluas dan memakan korban lebih banyak lagi serta berekses pada hancurnya suatu generasi. Mengingat dampaknya yang sangat berbahaya itu, tentu kita semua akan sepakat untuk memerangi narkoba, dari hulu  (pemerintah) ke hilir (masyarakat)  sebagaimana selama ini kita memerangi tindak kejahatan lain, korupsi dan terorisme misalnya. Untuk menanggulanginya, diperlukan komitmen, kerja keras, sinergitas, koordinasi, dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.

Penulis : Rosdiana

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password