Diskusi FKUB, 6 Aspek Dikatakan Kapolres Tanggamus Lampung dalam Cegah Intoleransi Beragama

Tribratanews.polri.go.id – Polda Lampung. Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, SIk MSi mengadiri diskusi panel dalam mencegah intoleransi umat beragama yang digelar forum kerukunan umat beragama (FKUB) Kabupaten Tanggamus yang dilaksanakan di gedung serumpun padi Kec. Gisting, Sabtu (29/7/17).

Ketua pelaksana, Hi. Muhibbun dalam laporannya, mengatakan dasar kegiatan diskusi merupakan program kerja, rapat & konsultasi FKUB Kab. Tanggamus tahun 2017 bertujuan dalam mewujudkan terciptanya masyarakat yang sejahtera, rukun, mengedepankan nilai-nilai agama berdasarkan Pancasila. Sasaran diskusi meliputi tokoh lintas agama diantaranya, MUI, NU, Muhammadiyah, Kristen, Katolik, MTA serta forum pemuda lintas agama.

“Hasil diskusi panel ini nantinya akan dibawa ke Pemda Tanggamus guna menentukan arah kebijakan pemerintah dalam mewujudkan terciptanya masyarakat yang menghargai perbedaan, mengedepankan agamis dan menghindarkan kegiatan anarkis”, kata Hi. Mihibbun.

20170729_204245
Peserta Diskusi FKUB Kab. Tanggamus di gedung serumpun pagi Kec. Gisting, Sabtu (28/7/17).

Kapolres Tanggamus, AKBP Alfis Suhaili dalam pemaparannya mengatakan negara kita saat ini sedang dilanda Intoleransi yang dikhawatirkan akan berkembang menjadi konflik sosial melalui diskusi dapat meramu bagaimana caranya tokoh agama yang ada berbicara untuk mendukung dan menciptakan situasi yang kondusif di masyarakat.

Karena menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan dan sekaligus menjadi kelemahan jika ada orang yang memanfaatkan hal tersebut misalnya di era reformasi saat ini yang merupakan keran kebebasan tetapi mengarah kepada intoleransi. Negara melalui upaya-upaya sudah memberikan batasan sesuai dengan UU ITE, intoleransi akan muncul salah satunya ujaran kebencian di medsos yang bermuara kepada masyarakat dunia maya dan intoleransi menjadi gerbang terjadinya tindak pidana.

“Upaya pencegahan intoleransi dapat dilaksanakan melalui, pertama ; aspek pendidikan formal, kedua ; pendidikan keluarga, ketiga ; pendidikan agama, keempat ; adanya FKUB, kelima ; medsos harua dikendalikan dan keenam ; peran pemimpin”, papar AKBP Alfis Suhaili.

Kapolres, Dandim 0424, Letkol Inf. Hista Soleh Harahap mengatakan Upaya pencegahan pertahanan negara salah satunya melalui penguatan 4 pilar bangsa yaitu UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Pertahankan moral, budaya. Pertahanan yang paling teknis adalah upaya pencegahan melalui deteksi dini / pencegahan dini, patroli lingkungan.

“agar dibangkitkan kembali di lingkungan 1×24 jam tamu harus lapor dan kita harus bangga menjadi indonesia”, kata Dandim.

Sementara itu ketua FKUB, H. A.Damiri berdasarkan kesimpulan pemaparan Kapolres dan Dandim, mengatakan bahwa pentingnya pendalaman pemahaman agama yang dibarengi dengan pendalaman rasa nasionalisme dan membangun sikap inklusif, berdasarkan Bhineka Tunggal Ika dan sikap toleran.

Sesi akhir dari beberapa pertanyaan peserta dijawab para pemateri, sesuaikan dengan UU dan peraturan yang ada di Indonesia masyarakat harus menaatinya, terkait khilafah yang memonopoli agama satu saja harus dihentikan karena bertentangan dengan Pancasila.

Pencegahan intoleransi berawal dari diri sendiri, seluruh elemen masyarakat wajib berpastisipasi dan bertanggung jawab, seluruh kaum muda melakukan hal yang positif guna mengisi kemerdekaan Republik Indonesia serta bijak dalam memanfaatkan media sosial.

Diskusi FKUB juga dihadiri Kasat Bimas, AKP Joko Sarianto, Kasat Intelkam AKP Andi Yunara, SH MH., perwakilan Kamenag, Kesbangpol, perwakilan lintas agama, perwakilan organisasi islam, perwakilan organisasi pemuda dan insan pramuka berakhir jam 12.00 WIB. (*)

Penulis : N.Muslih / Polres Tanggamus
Editor : Umi Fadilah
Publish : N.Muslih Lpg

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password