Seorang Nelayan di Desa Sabang Tolitoli Meninggal Dunia Akibat Tenggelam

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulteng, Tolitoli. Seorang Nelayan bernama Syamsudin (45) ditemukan telah meninggal dunia tak lama setelah diterjang ombak di muara sungai Sabang, Selasa (25/7/2017) pukul 18.00 WITA.

Kapolsek Galang, Iptu Edwyn Jacobus membenarkan kejadian itu, “mayat tersebut diduga kuat meninggal dunia akibat tenggelam di muara sungai sabang karena terhempas ombak”, ungkapnya, Selasa (25/7/2017).

Kejadian bermula pada saat korban bersama keponakannya yang bernama Herdiansyah pergi menjaring ikan di pantai desa Sabang dengan menggunakan sebuah jala.

Saat itu menunjukkan pukul 16.00 WITA, korban bersama Herdiansyah tiba di muara pantai Sabang, korban dan Herdiansyah langsung turun ke pantai dan menebarkan jaring. Usai itu mereka menunggu hasil tangkapannya akan diangkat.

Pukul 17.30 WITA, mereka mengambil jaring, dan hasil tangkapan mereka dibawa pulang dengan melewati aliran air muara sungai Sabang yang saat itu sedang air pasang, tingginya mencapa 3 meter dan berombak.

Saat itu korban berjalan di depan Herdiansyah dengan jarak sekitar 6 meter. Saat berjalan, korban dan Herdiansyah mengalami kesulitan karena hantaman ombak dari arah belakang yang mengakibatkan jarring yang dipikul terurai dan sering melilit di kaki.

“Sementara berjalan, tiba-tiba Herdiansyah melihat korban terperosot di tubir dasar muara sungai. Herdiansyah berusaha untuk menolong korban, namun tidak sempat karena Herdiansyah sendiri dihantam ombak sehingga ia brusaha menyelamatkan diri terlebih dahulu”, jelas Iptu Edwyn.

Saat mencapai daratan, Herdiansyah langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga sekitar kemudian langsung melakukan penyelaman di sekitar tempat kejadian.

Pada saat itu Herdiansyah langsung pergi ke rumah keluarga korban untuk memberitahukan kejadian itu, dan kembali ke tempat kejadian bersama dengan keluarga korban.

30 menit kemudian warga berhasil menemukan korban, namun naas, saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa.

“Menurut keterangan warga yang menemukan korban, bahwa korban ditemukan masih menggunakan helem proyek berwarna hitam dan terlilit Jaring di lehernya dan” ungkap Iptu Edwyn.

Iptu Edwyn menjelaskan bahwa kejadian itu murni kecelakaan, “setelah dilakukan pemeriksaan fisik luar korban bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan korban murni mengalami kecelakaan dilaut, keluarga korban menolak apabila korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan medis, dan keluarga menerima kematian korban sebagai takdir dari yang maha kuasa” pungkasnya.

Penulis : Hernawan Saputra
Editor : Umi Fadilah
Publish :Hernawan Saputra

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password