Satreskrim Polres Bone Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan yang Menewaskan Seorang Petani

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Satuan Reserse Kriminal Polres Bone gelar rekonstruksi di lapangan tenis Polres Bone yang menewaskan petani asal Dusun Cempa, Desa Padaelo, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Sulsel, bernama Karman (33), Selasa (25/7/17).

Tersangka kakak beradik yang diketahui bernama Irwandi dan Ilham memperagakan 15 adegan dihadapan penyidik dipimpin Kasat Reskrim Akp Hardjoko, S.H, dihadiri Kabag Ops Polres Bone Kompol M. Asrofi, S.H, didampingi dan disaksikan oleh Kanit Resum, pnyidik dari Polsek Lamuru yang menengani perkara pembunuhan tersebut dan Kepala Desa Sengeng Palie yang bernama Herman.

“Ada 15 adegan yang di perankan oleh 6 orang diantaranya 2 tersangka, 1 korban dan 3 saksi,” kata Kasat Reskrim.

Dari adegan 6 hingga ke adegan 11, korban memukul wajah tersangka Irwandi di atas pos ronda, terlihat korban mencabut badik dan berusaha menikam Irwandi namun tersangka sempat memegang pergelangan tangan korban sehingga keduanya terjatuh dan terjadi pergumulan.

Melihat saudaranya terdesak, Ilham yang sebelumnya duduk di bawah Pos Ronda langsung naik ke atas pos dengan memegang badik yang sudah terhunus untuk menikam korban Karman, namun sempat dihalangi oleh saksi Hamka dan Faisal.

Ilham yang memberontak akhirnya terlepas dan langsung menikam korban bagian punggung sebanyak lima tusukan yang mengakibatkan Karman tewas di lokasi kejadian.

Dari sisi psikologis hingga kenapa orang begitu berani mengahabisi nyawa korbannya yakni diurutan pertama adanya pribadi yang terlalu obsesif , pada kondisi ini boleh dibilang biasanya dialami oleh orang-orang yang belum dewasa dan butuh perhatian lebih. Sehingga ketika mereka kehilangan rasa cinta dan kasih sayang, maka dalam pikirannya kekerasan adalah jalan terakhir untuk menyudahi semuanya.

Mereka yang terlalu Agresif juga sangat berisiko melakukan tindakan kekerasan juga pembunuhan. Seolah-olah tak ada rasa takut dalam diri mereka. Orang dengan sifat agresif cenderung spontan dan berani. Orang-orang tipe ini mudah terpancing dalam kemarahan, sehingga tak segan untuk melakukan tindakan kekerasan pada orang lain.

Orang yang tertutup juga berbahaya. Orang dengan tipe tertutup boleh dibilang jarang berinteraksi dengan orang lain, sehingga ketika mereka kesal akan sesuatu hanya akan dipendam seorang diri. Bahayanya kemarahan yang menumpuk bisa saja meledak ketika masalah besar yang dia hadapi sudah menemui jalan buntu. Kadang kondisi demikian memaksa orang untuk berbuat kekerasan pada orang lain.

Menjadi pendendam, juga dapat memunculkan berbagai persoalan baru dikemudian hari. Ketika dia merasa disakiti maka dia dapat membalas rasa sakit hai itu dengan sesuatu yang lebih kejam dari apa yang dia alami.

Rasa Trauma yang mendalam juga dapat menyebabkan terjadi tindak kekerasan dan pembunuhan. Pengalaman-pengalam buruk dimasa lampau membuat seseorang berusaha melindungi dirinya sendiri dari hal-hal buruk yang dia anggap dapat hadir kembali di kehidupannya.

Itulah beberapa kondisi psikososial yang sangat mungkin mempengaruhi seseorang hingga akhirnya tega membunuh orang lain di sekitar mereka. Tentunya masih banyak motif pembunuhan lain. Bahkan motif politik, SARA, faktor ekonomi pun bisa menjadi faktor tindak kekerasan hingga pembunuhan, belum juga termasuk berbagai persoalam kehidupan yang bisa menjadi pemicu begitu entengnya orang tanpa rasa takut untuk membunuh sesamanya.

Penulis : Rosdiana

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password