Polres Sinjai Gerebek Judi Sabung Ayam di Lorong Sapaweh

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kepolisian Resor Sinjai, melakukan penggerebekan judi sabung ayam di Lingkungan Bontomangape Lorong Sapaweh, Kelurahan Mananti, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sinjai, (24/07/17).

Penggerebekan berawal dari informasi masyarakat bahwa ditempat tersebut melakukan judi sabung ayam, dan menindak lanjuti informasi tersebut tim resmob polres sinjai yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Sardan, S.E menuju lokasi, dengan medan menuju lokasi yang cukup berat, dan langsung melakukan penggerebekan, dari hasil penggerebekan diduga para pelaku sabung ayam telah mengetahui adanya petugas kepolisian, karna tempat tersebut telah kosong dan meninggalkan barang bukti.

Unit Resmob polres sinjai mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) unit mobil pick up, 9 (sembilan) unit motor dan 9 (sembilan) ekor ayam (1 dalam keadaan mati) selanjutnya barang bukti tersebut diamankan dimapolres Sinjai.

Kapolres Sinjai Ajun Komisaris Besar Polisi (Akbp) Ardiansyah, S.Ik.,M.H mengatakan bahwa pihaknya polres sinjai akan terus melakukan pemantauan dan patroli rutin ke lokasi tersebut agar judi sabung ayam tidak terjadi lagi, dan situasi kamtibmas pun tetap dalam keadaan aman terkendali.

Pada era saat ini tidak jarang kita jumpai sabung ayam di berbagai tempat, dahulu penyelenggaraan sabung ayam kerap kali berhubungan dengan ritual keagamaan dan hajatan, namun seiring bergantinya waktu bahwa kebudayaan mempunyai sifat yang berubah dari satu saat ke saat lainnya dalam proses penerusannya dari satu generasi ke generasi berikutnya tak selamanya sama.

Bahwa selanjutnya kebudayaan lama berbeda dengan kebudayaan yang baru. Bahwa pengaruhnya terhadap perilaku masyarakat sangatlah terlihat dan itu bisa dilihat dengan berubahnya fungsional dari kebudayaan sabung ayam itu sendiri yang dahulu sabung ayam dijadikan ritual. Pada masi kini fungsi sabung ayam itu sendiri telah beralih fungsi.

Kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta “budhayah” yang berarti hal-hal yang bersangkutan dengan budi dan akal (Soerjono Soekanto,1990). Kita tahu bahwa sabung ayam sendiri merupakan kebudayaan asli indonesia yang sudah ratusan tahun bahkan keadaanya selalu diadakaan saat upacara keagamaan dan ritual-ritual suci.

Namun saat ini, Sabung ayam yang dalam pertandinganya selalu ada yang mengalami menang dan kalah, dari hal itu masyarakat menggunakannya sebagai hiburan bahkan perjudian. Keaadaan perjudian yang penyelenggaraanya dibatasi oleh sejumlah ketentuan seperti harus dilakukan dalam konteks upacara nyatanya belum bisa dilaksanakan semestinya, bahkan keberadaanya semakin marak di area rumah warga yang mempunyai area luas dengan hanya ditutup pagar seng melingkar untuk menghindari dari gerbekan pihak berwajib.

Namun saat ini keberadaan perjudian sabung ayam kian marak bahkan dampak dari sabung ayam tersebut terhadap masyarakat sosial sangat terasa ditambah dalam prakteknya saat ini  para anggota masyarakat yang ikut serta dalam perjudian sabung ayam telah mendirikan sebuah kelompok atau orgaisasi, serta keuntungan, dan suatu gengsi membuat nya memiliki becking seorang aparat yang membuatnya disegani dan sulit terlacak oleh pihak berwajib. Selain itu dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat lain sudah jelas yaitu mengganggu kestabilan masyarakat.

Saat ini keberadaan desa tak jauh berbeda dengan perkotaan. Di desa yang banyak warganya hidup sebagai pengangguran ataupun wiraswasta menjadi pemicu maraknya sabung ayam. Masyarakat yang tidak bekerja dan cenderung menghabiskan waktu luang dengan hal hal yang negatif semacam itu. Serta sabung ayam yang membutuhkan banyak ayam. Dimana dalam laga besar dan beberapa ronde yang digelar pemain bisa menghabiskan puluhan ayam jago yang masing- masing harganya  tidak murah. Dan sudah bisa ditebak dampak negatifnya.  Keadaan masyarakat yang banyak menganggur dan hobi bersabung ayam serta membutuhkan banyak dana mau tak mau banyak anggota masyarakat yang melakukan tindakan-tindakan kriminal seperti mencuri merampok atau sebagainya.

Sudah jelas bahwa disamping sabung ayam juga memiliki dampak positif melestarikan budaya leluhur, Sabung ayam lebih banyak sekali menimbulkan dampak yang negatif seperti yang dipaparkan diatas.

Penulis : Sumarwan

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password