Police Go To School, Satlantas Polres Soppeng Sambangi SMPN 1 dan MTSN 1 Marioriwawo

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Satuan Lalu Lintas Polres Soppeng kembali melaksanakan kegiatan Police Go To School (Polisi Masuk Sekolah) dibeberapa Sekolah di Kecamatan Marioriawa Soppeng, Senin, (24/7/17).

Kegiatan ini masing masing dilaksanakan di SMAN 6 Marioriawa oleh Kasat Lantas Polres Soppeng Akp Muh. Yusuf, di SMPN 1 Marioriawa Kanit Dikyasa Satlantas Polres Soppeng dan di MTSN 1 Marioriwawo oleh Kanit Laka Ipda Muh Ali.

Dalam amanat yang disampaikan saat menjadi Irup Upacara bendera, Sat lantas Polres menekankan kepada para siswa agar senantiasa menjadi pelopor keselamatan berlalulintas, dengan cara selalu mematuhi peraturan berlalu lintas baik menggunakan kendaraan roda 2 maupun roda 4.

Yang belum cukup umur apalagi tidak memiliki SIM tentu tidak dibenarkan mengendarai Kendaraan, untuk para rekan Guru juga disampaikan agar senantiasa memgawasi siswa-siswinya dalam hal berlalu lintas, karena peran serta semua pihak sangat diperlukan untuk membangun semangat disiplin berkendara.

Peran dan posisi polisi sangat strategis dalam usaha menciptakan dan menegakkan keamanan di masyarakat. Oleh karena itu, kebutuhan utama (hak-hak asasi) polisi perlu mendapatkan prioritas utama dalam reformasi kepolisian nasional.

Pembenahan kurikulum, perbaikan sarana dan prasarana, penyesuaian peraturan merupakan hal yang sangat penting bagi upaya pengembangan penegakan hukum dan tetapi sama sekali tidak bermakna jika polisinya “tidak professional” dan “tidak sejahtera”.

Dengan demikian, upaya reformasi penegakan hukum dan seharusnya dimulai dari penataan polisi dilihat dari aspek “mutu” (dedikasi, keahlian, pengalaman) dan “kesejahteraan”. Upaya tersebut akan benar-benar terwujud jika polisi mendapat peluang yang seluas-luasnya untuk memberdayakan diri. Secara konseptual, polisi yang diharapkan adalah sosok polisi yang ideal yang diidamkan oleh setiap pihak yang terkait, seperti : pemerintah, masyarakat luas, dan polisi sendiri.

Selanjutnya, beberapa karakteristik polisi yang ideal antara lain: memiliki semangat juang yang tinggi serta kualitas moral, iman dan takwa yang mantap; mampu mewujudkan dirinya dalam keterkaitan dan padanan dengan tuntutan lingkungan dan perkembangan iptek; mampu belajar dan bekerja sama dengan profesi lain; memiliki etos kerja yang kuat; memiliki kejelasan dan memiliki pengembangan jenjang karir; memiliki profesionalisme yang tinggi; polisi yang memiliki kesejahteraan lahir dan batin, material dan non-material; memiliki wawasan masa depan; dan mampu melaksanakan fungsi dan peranannya.

Tetapi, dalam kenyataannya, keberadaan polisi masih tetap terabaikan. Hal yang paling menyulitkan polisi adalah menjaga keseimbangan antara tuntutan untuk berbuat normatif ideal dengan suasana kehidupan yang materialistis, individualistis, kompetitif, dan konsumtif.

Faktor mendasar yang terkait dengan kinerja professional polisi adalah “kepuasan kerja” yang berkaitan dengan “kesejahteraan polisi” yang meliputi : imbal jasa, rasa aman dalam bertugas, hubungan antar pribadi, kondisi lingkungan kerja, dan kesempatan untuk pengembangan serta peningkatan diri. Beberapa dimensi permasalahan polisi yang masih harus diatasi adalah dimensi: kuantitas, kualitas, sebaran, sistem penegakan hukum (law enforcement), pengelolaan dan jenjang karir polisi, dan manajemen polisi. Sesuai dengan dimensi masalah yang dihadapi maka disarankan tindak lanjut yang konsepsional, dan realistis.

Penulis : Abu Uwais

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password