Jaga Keutuhan NKRI, NU, TNI, Polri, GP Ansor dan Pagar Nusa Gelar Pertemuan Bersama

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jatim – Para musyawarah pimpinan daerah terdiri dari kesatuan TNI, Polri, GP Ansor Kota dan Kabupaten Kediri bersama Pagar Nusa melaksanakan silaturahmi di Ponpes Al Amin Lingkungan Ngasinan Kelurahan Rejomulyo Kota Kediri, Minggu (23/7/2017) pukul 14.00 WIB. Kegiatan silaturahmi ini bertema Mejaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Adapun yang hadir antara lain, Kapolres Kediri Kota, Dandim 0809 Kediri, Pejabat Utama Polres Kediri Kota, Banser Kota dan Kab Kediri, Ketua PCNU Kota Kediri, Kwtua GP Ansor kab Kota Kediri, Pengurus Cabang , Ranting Ansor Kota dan Kab Kediri, Pagar Nusa Kota Kediri, Ortom di bawah naungan Nahdatul Ulama. Sedangkan undangan berjumlah sekitar 300 orang.

Ketua PC NU Kota Kediri KH Abu Bakar  dalam sambutannya mengatakan, melalui halal bihalal bersama TNI dan POLRI ini dalam ranga menyamakan visi misi dan menjaga keutuhan NKRI.

“Kami atas nama PC NU Kota Kediri berterima kasih kepada Pengasuh Ponpes Al Amin atas terselenggaranya acara ini. Kami berterima kasih kepada TNI POLRI bisa bertatap muka dengan Ansor Banser Kota dan Kab Kediri. Diantara kegiatan silaturahmi dengan TNI POLRI sdh di awali mulai bulan ramadhan kemarin dan saat ini sangat penting untuk kondisi menjaga keutuhan NKRI,” katanya.

Ketua GP Ansor Kota Kediri Gus Wazid dalam sambutan berikutnya menjelaskan bahwa melalui pertemuan ini dalam rangka menjaga keutuhan NKRI. Dan Banser Ansor Pagar Nusa siap menjaga keutuhan NKRI.

“Terima kasih kepada KH Anwar Iskandar atas acara ini terselenggara dengan baik. Kita tetap menjaga keutuhan negeri,” ungkapnya.

Selanjutnya, sambutan KH Anwar Iskandar mengaku berterima kasih dan bersyukur karena acara silaturahmi TNI POLRI dengan NU dapat terlaksana dengan baik.

“Mulai sejak dini pendekar pagar nusa sudah ditanamkan rasa bela negara, sekarang ini di timur tengah mulai anak kecil sudah di ajari paham teroris. Ketika beberapa bulan yang lalu NU menyelenggarakan istigosah kubro di Sidoarjo , disana di bacakan sebuah maklumat yang antara lain menjaga islam ahli sunnah wal jamaah. Menjaga keselamatan NKRI bagi warga NU adalah wajib. Menjaga keselamatan pemimimpin adalah wajib. Menjaga harga diri dan kehormatan bangsa hukumnya wajib,” bebernya.

Gus War menambahkan, sekarang ini banyak upaya upaya yang merusak agama Allah. Untuk itu dirinya mengajak semua untuk menjaga agama Allah. Siapapun yang merusak islam antara lain  maksiat dan munkar, penyakit masyarakat, sekarang ini sudah memjalar ke berbagai media.

“Narkoba saat ini sudah merusak generasi bangsa. Kita salut kepada Polri yang kemarin sudah menggagalkan penyelundupan narkoba yang pasokannya berasal dari luar negeri. Kelompok sesama islam yang menganggap ajaran NU adalah ajaran musrik di Jawa Tengah sudah ada kelompok yang sudah terang terangan menganggap ajaran NU itu salah. ISIS punya ajaran yang di mana kabah harus dihancurkan karena di anggap.menyembah batu,” jelasnya.

Imbuh Gus War, ajaran ISIS yang sudah merusak dan mulai masuk di Indonesia. Ajaran ajaran radikal dan liberal sangat merusak ajaran islam ahli sunnah wal jamaah. “Kita warga NU di wajibkan menyelamatkan ajaran islam yang sesuai dengan Pancasila demi menjaga keutuhan NKRI. Kita di wajibkan untuk bela negara. Wajib hukumnya untuk menjaga NKRI. Pada saat negara dirongrong oleh partai komunis NU merupakan garis terdepan. Saat ini banyak organisasi yang menginginkan mengganti paham NKRI dengan paham kilafah atau negara agama,” lanjutnya.

Paham kilafah, kata Gus War merupakan sistem politik yang berlandaskan Al Quran. Sikap NU dari dulu sampai saat ini tetap mengakui pancasila dan UUD 1945 dan menjaga keutuhan NKRI. Walaupun negara Indonesia bukan negara agama, tetapi imbuh Gus War termasuk beribadah tidak di ganggu dan tidak ada gangguan dari manapun.

“Negara Indonesia melindungi setiap.orang dalam menjalankan semua orang dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan agama masing masing. Saat ini ada tantangan adanya formalisasi agama yang di haruskan sesuaindengan akiqah islam yang terjadi di timur tengah. Tidak adanya toleransi umat beragam di timur tengah merupakan awak.kehancuran. NKRI sesuai dengan pancasila menjaga toleransi antar umat beragama. Kita warga NU bersama POLRI TNI wajib menjaga keutuhan NKRI agar tidak merongrong NKRI. Kita boleh beda tetapi urusan Menjaga NKRI kita wajib satu  tekad bulat membentengi NKRI,” jelasnya.

Terpisah Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi dalam sambutannya menjelaskan bahwa secara prinsip, Kepolisian bertugas untuk menjagasituasi keamanan.

“Sampai saat ini situasi di Kota Kediri relatif kondusif, berkat kita semua karena dari sejak ops ramadaniya dan gangguan Kamtibmas menurun dari tahun sebelumnya dengan melaksanakan patroli dan kegiatan kepolisian lainnya,” tegasnya.

Masih kata Kapolresta, keamanan adalah pondasi dari seluruh kegiatan lainnya. Bilamana situasi dan kondisi tidak aman, maka secara pasti ibadah tidak tenang dan tidak bisa melaksanakan roda perekonomian.

“Bahwa saat ini isu yg berkembang terkait thd ancama ideologi kita Pancasila bisa kita lihat dari berbagai kasus terorisme sebelum Romadon sampai saat ini terus berlanjut. Ancamannya terutama terhadap aparatur penyelenggara negara akhir akhir ini khususnya sasaran anggota polri di beberapa wilayah diantaranya di Medan, Jabar dan Jateng kemudian di Mabes Polri,” beber Kapolresta.

Dirinya bercerita bahwa, ada lagi pemasangan bendera ISIS di Polsek Kebayoran lama dan surat isinya dibilang Polri /TNI dan Ansor Togut hal tersebut karena dianggap tidak sealiran dengannya. “Kita yg tidak sejalan / sealiran dianggap syirik oleh mereka Pok radikal,” tandasnya.

Mereka, sebut Kapolresta mempunyai prinsip yang dianggap tidak sealiran dengan neraka dianggap togut. Kegiatan teroris era dulu dengan sekarang berbeda sekarang  ini. Ada dua yang terstruktur dari (JAD) dan yg tidak tersetruktur e mereka di baiat melalui media sosial.

“Kelompok radikal yang tidak tersetruktur ini masih sulit di petakan. Dari kelompok radikal karena didalam realitas kehidupannya ada kekecewaan sehingga melakukan jalan pintas. Ideologi Pancasila tidak semata mata muncul begitu saja itu buah pikiran tokoh agama dan tokoh masyarakat jauh sebelum kemerdekaan dan ini sesuai apa yg ada di pancasila ada di dalam Al-Quran,” tambahnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa berkaca pada kasus Kota Marawi oleh kelompok militan ISIS. Dibeberapa tempat yg berkedok pengajian yang tema tema dibawa masalah isu ideologi, pihaknya menghimbau supaya tidak lengah karena tidak menutup kemungkinan banyak sel sel kelompok tersebut.

“Didalam upaya Polri di wilayah Kota Kediri, kita berhasil menghentikan  adanya uapaya pemetaan menggunakan dron di atas Mako Brimob kie C Kediri. Kami akan membentuk 4 pilar yaitu pilar  ke 4 yaitu ulama dan GP Ansor secara terstruktur, sistematis dan  masif untuk menjaga kondusifitas situasi yg aman kondusip,” ucapnya.

Terkait adanya Perpu pembubaran Ormas HTI bahwa untuk HTI di wilayah hukum polres Kediri Kota saat ini tergolong pasif dan tidak ada aktifitas yg bersifat kegiatan eksternal.

Sementara itu, sambutan Dandim 0809 Kediri berbicara mengenai situasi yang mengancam bangsa dan negara secara samar masih sulit, kecuali kalo secara jelas kita mudah,

“Menjadi Ansor dan Banser sepakat membela negara tanamkan pada dirinya masing masing, agama kita bela sedangkan negara kita juga kita bela  yaitu NKRI dan pancasila. Saya meminta 3 hal yaitu, mari rapatkan barisan organisir, dua mari kita sepakat organisasi dimana ada Babinsa babinkamtibmas agar dari Banser juga ada, yg berguna untuk jaring informasi ke TNI dan Polri. Dan tiga saya minta agar bertanggung jawab saat menggunakan pakaian dinas Banser,” pintanya. (res/an).‎

POLRESTA KEDIRI

Penulis      : Didik

Editor         : UMI FADILAH

Publish      : Didik

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password