Puluhan Ton Beras Tidak Layak Komsumsi Ditemukan Satgas Pangan Polres Bone

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Puluhan ton beras tidak layak komsumsi ditemukan satuan tugas (Satgas) pangan Satreskrim Polres Bone disalah satu gudang penyimpangan beras bertempat di Dusun I Lapuse, Desa Jaling, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sabtu (22/7/17).

Terkuaknya beras dengan kualitas buruk tersebut setelah satgas pangan gencar melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar dan gudang penyimpanan beras di wilayah Kabupaten Bone.

Informasi yang dihimpun, Gudang yang di kelola oleh Yusran, milik H. Alle itu telah beroperasi sejak tahun 2015.

Didalam gudang, Satgas pangan yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Akp Hardjoko, S.H, menemukan satu unit mesin penggilingan padi yang terdiri dari mesin giling dan mesin pemutih beras.

Selain itu, Satgas juga menemukan 280 karung beras tidak layak komsumsi dengan kemasan 50 kg atau setara 14 ton.

Setelah diperiksa lebih jauh, aparat kembali menemukan gabah tidak layak produksi sebanyak 10 ton dan ribuan karung kemasan beras super berbagai cap.

Jufri (38) warga setempat, karyawan yang bekerja sebagai operator penggilingan padi dalam keterangannya mengatakan terakhir melakukan penggilingan pada bulan lalu (22/6/2017), hasil produksinya dijual dan dikirim ke Makassar sebanyak 15 ton oleh Yusran. Sisanya berhasil digagalkan oleh satgas sebanyak 14 ton.

Dikatakan Akp Hardjoko, bahwa temuan hasil produksi beras yang dikemas dalam karung 50 kg tersebut tanpa label yang menjelaskan nama barang, ukuran, berat isi bersih/ netto dan lain sebagainya.

“Puluhan ton beras temuan diduga tidak layak komsumsi dalam kemasan 50 kg tidak dilengkapi dengan label yang menjelaskan nama barang, ukuran, berat isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan,” kata Kasat Reskrim.

Lanjut Hardjoko, “Menurut ketentuan Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, label tersebut harus dibuat dan dipasang di luar kemasan sebagaimana diatur dalam pasal 8 ayat (1), sementara pidananya diatur dalam pasal 62 ayat (1),” jelasnya.

Saat ini, ratusan karung di dalam gudang telah dipasangkan garis polisi untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan aparat kepolisian Resort Bone.

Nasi terbuat dari beras yang dimasak. Untuk menghasilkan nasi yang enak dan pulen dibutuhkan beras yang kondisinya masih bagus. Jika beras yang kita masak memiliki kualitas yang buruk maka nasi yang dihasilkan bisa tidak enak rasanya, cepat basi dan kurang pulen. Oleh karena itu pilih beras yang baik kondisinya agar kita bisa makan nasi yang enak.

Tips Memilih Beras Yang Baik/Bagus Layak Untuk Konsumsi Manusia :

  1. Tidak kedaluarsa yang bisa dilihat di kemasan pembungkus beras untuk beras bermerek.
  2. Beli beras di tempat yang terpercaya untuk menghindari beras yang tidak sesuai dengan yang kita beli atau mengandung bahan kimia.
  3. Pilih yang tidak bau apek, beras segar dan tidak bau dengan umur kalau bisa kurang dari satu bulan semenjak panen.
  4. Hindari membeli beras yang secara fisik terlihat tepung putih yang menyelimuti beras.
  5. Hindari beli beras yang pada butir beras terlihat guratan garis memanjang.
  6. Perhatikan beras yang dijual apakah banyak kerikit atau pasir di dalamnya. Jika banyak sebaiknya jangan dibeli karena jika terkunyah bisa merusak gigi atau tambalan gigi kita.
  7. Jangan beli beras yang banyak kutu. Tetapi ada kutu biasanya menandakan aman dari bahan kimia pengawet, pewarna. dll.
  8. Waspada dengan beras putih karena bisa saja merupakan beras kusam yang telah dicampur dengan pemutih agar terlihat bagus dan bisa dijual mahal oleh penjahat.

Penulis : Abu Uwais

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password