Polda Sulteng Menang Praperadilan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulteng – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah memenangkan praperadilan atas gugatan dari saudara Hafid, pada putusan di Pengadilan Negeri Palu, rabu (19/07/2017) pagi.

Sebelumnya, sesuai dengan Laporan Polisi yang diterima oleh Sentra Palayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulteng Tanggal 30 April 2017, kejadian berawal pada awal bulan Mei 2016, terlapor An Hafid mendatangi kediaman pelapor An Hazarudin.

Dalam pertemuan tersebut, Hafid menjanjikan untuk membantu mengeluarkan material/ret milik Hazarudin yang ditahan oleh pihak Polda Sulteng dengan syarat bahwa, Hazarudin harus menyerahkan uang sebesar Rp. 300.000.000 (tiga Ratus Juta Rupiah) kepada Hafid, untuk keperluan mengeluarkan material/ret tersebut.

Kemudian pada tanggal 8 Mei 2016, di Cafe Tanaris, jalan Juanda, Kota Palu, Hazarudin menyerahkan uang kepada Hafid sebesar 200.000.000 (dua Ratus Juta Rupiah), namun setelah Hazarudin menyerahkan uang tersebut secara bertahap kepada Hafid, material/ret milik Hazarudin yang ditahan oleh Polda Sulteng sampai saat ini tidak keluar dan uang tidak dikembalikan kepada Hazarudin sebagai mana yang dimaksud dalam pasal 378 dan 372 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan oleh penyidik Dit Reskrimum Polda Sulteng telah mendapatkan bukti permulaan yang cukup sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 378 dan 372 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dan menetapkan tersangka An Hafid.

Dari peningkatan status dari saksi menjadi tersangka oleh penyidik Dit Reskrimum Polda Sulteng inilah tersangka Hafid mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Palu dengan materi gugatan penetapan,penangkapan dan penahanan terhadap tersangka.

Setelah dilakukan sidang praperadilan oleh Pengadilan Negeri Palu, dimana Polda Sulteng selaku tergugat yang diwakili oleh Kepala Bidang Hukum Polda Sulteng AKBP I Gusti Putu Purwa, SH,MSi beserta Tim pengacara Polda Sulteng, sedangkan penggugat diwakili oleh kuasa Hukumnya Muslim Mamulai,SH.MH.

Hasilnya, dalam putusan sidang tersebut, permohonan praperadilan di tolak untuk seluruhnya, penangkapan, penahanan, dan penetapan tersangka yang dilakukan oleh Polda Sulawesi Tengah adalah sah sesuai dengan Undang-undang yang berlaku, dan membebankan biaya perkara kepada pemohon.

Penulis      : Tim
Editor        : Umi Fadilah
Publish      : Abdi.s

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password