Ini Nama Bakteri Penyebab 58 Warga di Tanggamus Lampung Keracunan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Lampung. Dinas Kesehatan Tanggamus menyatakan kejadian keracunan massal di Pekon Penanggungan, Kecamatan Gunung Alip disebabkan bakteri pseudomonas aeruginosa dan proteus sp.

Menurut koordinator posko penanganan kesehatan Diskes Tanggamus, Bambang Sutedjo mengatakan, kesimpulan itu didapat dari sampel makanan sambal ayam dan ikan mas yang diuji ke Laboratorium Kesehatan Daerah Lampung. Sebab penderita yang keracunan sebelumnya konsumsi dua menu itu.

“Keracunan diakibatkan bakteri pseudomonas aeruginosa dan proteus sp. Bakteri ini masuk kelompok bakteri non patogen yang bisa menyebabkan penyakit diare, sakit perut dan lainnya, tapi tidak sebabkan kematian,” ujar Bambang, Jumat (21/7/2017).

Sebelumnya : Puluhan Warga Gunung Alip Tanggamus Lampung Alami Keracunan.

Bakteri non patogen paling banyak tersebar di lingkungan. Bakteri ini bisa hidup, menyebar dan berkembang biak lewat air, udara dan lainnya. Bakteri bisa masuk lewat tahapan pengolahan makanan.

Dalam laboratorium diteliti dua hal utama yang menimbulkan keracunan. Pertama, adanya kandungan unsur kimia, seperti zat mercury atau zat kimia berbahaya lainnya. Kedua, adanya mikro biologis, seperti bakteri dan kuman. Dan mikro biologis dibagi dua lagi, yakni yang bersifat patogen menyebabkan kematian, dan non patogen tidak menimbulkan kematian.

“Sedangkan yang terjadi di Penanggungan disebabkan bakteri non patogen jadi itu tidak membuat kematian. Sedangkan unsur kimia dan bakteri patogen negatif,” terang Bambang.

Kejadian keracunan massal ini bermula pada Kamis (6/7/2017) lalu di rumah salah satu warga setempat yang melangsungkan syukuran pemberian nama cucunya. Di acara itu hadir 50 warga lantas diberikan bungkusan (besek) yang berisi nasi, ayam dan lauk pauk.

Setelah sampai rumah, sebagian warga memberikan nasi besek yang didapat ke anggota keluarganya. Kemudian setelah 5-10 menit setelah mengkonsumsi, mereka mual dan muntah.

Total penderita seluruhnya ada 58 orang, rinciannya 40 penderitaan mendapat perawatan jalan, lalu lima orang dirawat inap di Puskesmas Talang Padang, termasuk yang punya hajat. Mereka akhirnya pulang setelah dua hari dirawat.

Bambang meminta masyarakat lebih hati-hati lagi dalam mengolah makanan terlebih jika makanan tersebut akan disajikan ke orang lain dalam jumlah banyak.

“Masyarakat kami minta agar mengolah makanan sehigenis mungkin, sebab bakteri non patogen bisa muncul dari pengolahan makanan kurang higenis. Itu bisa juga karena air, maka gunakanlah air bersih dari sumur untuk keperluan memasak dan mencuci alat masak, jangan air dari sungai atau dari sumber yang kurang terjaga kebersihannya,” ujar Bambang. (*)

Penulis : Try
Editor : Umi Fadilah
Publish : N.Muslih / Polres Tanggamus

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password