Tenaga Honorer di Gowa Meninggal Tidak Wajar Diduga Ingin Aborsi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Mendengar kabar anaknya meninggal Bahar Dg Sibali datang melapor ke Mako Polsek Somba Opu Rabu, 19 Juli 2017, ini disebabkan karena ia menganggap kematian anaknya atas nama Sri Inrayana yang juga merupakan Honorer di kantor kelurahan itu tidak wajar.

Kronologis mengetahui anaknya meninggal yaitu saat Ibu korban ini menerima telepon dari orang yang tidak diketahui mengatakan bahwa korban dalam keadaan sakit, kemudian setelah dihubungi kembali nomor tersebut sudah tidak aktif.

Setelah berselang beberapa jam kemudian orang tua korba ditelpon lagi oleh seorang perempuan yang mengatakan korban di bawa ke RSUD Syekhyusuf. Tak berapa lama lagi orang tua korban kembali menerima telepon yang mengatakan bahwa Korban telah meninggal dunia.

Dari hasil penyelidikan anggota Intel Polsek Somba Opu diketahui bahwa yang membawa korba ke rumah sakit adalah Udin Dg Nompo yang mengaku sebagai suami korban. Setelah meninggal korban dibawa ke rumah Nursia yang merupakan saudara dari Udin Dg Nompo.

Disitulah keluarga korban mengambil mayat korban yang kemudian merasakan adanya ketidakwajaran atas kematian korban, jadi keluarga korban membawa mayat korban ke Polsek Somba Opu. Sesampainya di Polsek Kapolsek Somba Opu Kompol Prabowo menyarankan Keluarga Korban untuk diadakan Otopsi tetapi Keluarga Korban menolak.

Tetap Orang tua diarahkan untuk melapor secara resmi dan dilakukan visun di RS Bhayangkara. Perlu diketahui di Rumah kos korban ditemukan obat promag dan Ampicillin yang diduga dipakai untuk melakukan aborsi.

Saat ini cukup umum di mana aborsi adalah ilegal atau tidak tersedia, tapi itu tidak terjadi di negara-negara maju juga. Wanita yang melakukan aborsi akan mengalami permasalahan dalam hal psikologis seperti di atas, baik yang melakukannya engan keinginan sendiri maupun karena alasan medis. Wanita yang baru melakukan aborsi memerlukan dukungan moral & juga dampingan. Mereka tak bisa dibiarkan sendiri karena bukan tak mungkin pikiran buruk dan depresi bisa berujung pada hal yang tidak diinginkan seperti bunuh diri.

Resiko kesehatan dan keselamatan fisik :

1.Kematian mendadak karena pendarahan hebat

2.Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal

3.Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan

4.Rahim yang sobek (Uterine Perforation)

5.Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak

6.Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)

7.Kanker indung telur (Ovarian Cancer)

8.Kanker leher rahim (Cervical Cancer)

9.Kanker hati (Liver Cancer)

10.Kelainan pada placenta atau ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya

11.Menjadi mandul atau tidak mampu memiliki keturunan lagi

12.Infeksi rongga panggul

13.Infeksi pada lapisan rahim

Penulis : Sumarwan

Editor : Umi Fadilah

Admin Polri54660 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password