Cegah Kenakalan Remaja, Bhabinkamtibmas Polsek Bontoala Berikan Penyuluhan di Sekolah

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kenakalan remaja merupakan gejala patologis sosial, masa remaja khususnya anak SMA adalah masa transisi dimana pada masa–masa remaja sering terjadi ketidakstabilan emosional dan kejiwaan dimana para remaja mencari jati diri, namun terkadang pencarian jati diri tersebut yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dimasyarakat.

Untuk mencegah kenakalan remaja dan menyiapkan generasi penerus bangsa, Bhabinkamtibmas Polsek Bontoala Kelurahan Tompo Balang, Kecamatan Bontoala Aiptu M. Akib memberikan penyuluhan kepada siswa–siswi baru tahun ajaran 2017/2018 SMA Abdi Pembangunan Makassar Jalan Kangkung Makassar, Kamis (20/7/17).

Dalam kesempatan tersebut Aiptu M. Akib memberikan materi tentang kenakalan remaja utamanya dikalangan siswa sekolah yang awalnya dimulai dari bolos sekolah, sex bebas, tawuran antar sekolah sampai dengan menggunakan narkotika dan obat – obat terlarang.

Bhabinkamtibmas kelurahan bontoala parang mengharapkan kepada siswa Abdi agar menjauhi segala bentuk perbuatan yang dilarang dan bertentangan dengan norma-norma yang berlaku dimasyarakat terutama kenakalan remaja karena akan merugikan diri sendiri dan orang tua siswa.

“Semoga siswa–siswi SMA Abdi pembangunan yang mengikuti kegiatan penyuluhan ini paham serta mengerti dan tidak melakukan hal–hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri, orang tua dan pihak sekolah,” ungkap Akib.

Peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Sulawesi Selatan kian marak. Hal itu terlihat dari banyaknya pengungkapan kasus dan rehabilitasi penyalahguna narkoba. Beragam upaya, baik penindakan dan pencegahan pun terus digalakkan. Utamanya upaya memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut.

Kepala Biro Napza dan HIV/AIDS Provinsi Sulsel, Endang Sukarsih mengatakan, sinergitas seluruh pihak sangat diperlukan untuk memerangi narkotika. Terlebih, sangat banyak pintu masuk, baik itu jalur utama maupun jalur tikus dari para penyelundup narkotika.

“Ada 62 pintu masuk terutama jalur laut di Sulsel yang bisa dimasuki untuk mengedarkan narkoba. Untuk mengantisipasinya, diperlukan sinergitas instansi, seperti Dinas Perhubungan,” kata Sri beberapa waktu lalu.

Khusus pintu masuk peredaran narkotika, dibutuhkan adanya pengawasan khusus dan penjagaan berkelanjutan di tiap pelabuhan. Dengan pengawasan melekat tersebut, akan mempersempit ruang gerak para penyelundup narkotika.

Akademisi dari Unismuh Makassar, Arqam Azikin, mengatakan narkotika termasuk extra-ordinary crime alias kejahatan luar biasa. Artinya, penanganannya pun membutuhkan usaha-usaha ekstra. Narkotika dilanjutkannya memang merupakan ancaman generasi muda dan membahayakan ketahanan bangsa.

“Program pencegahan narkoba yang dilakukan BNN merupakan salah satu program nasional pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang harus didukung oleh segala elemen. Mengenai kepemimpinan, haruslah mempunyai agenda kepemimpinan yang terstruktur dalam hal penanganan narkoba,” tuturnya.

Penulis : Rosdiana

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password