Gara Gara Warisan , Kakak Beradik di Bui

Tribratanews.polri.go.id-Polda Jawa Timur,  Diduga karena warisan, DLN (66) warga Desa Ngasem, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang nekat melakukan penganiayaan, Rabu (12/7/2017). Akibatnya korban penganiayaan tersangka yang masih kakaknya sendiri, Bashori (67) mengalami lukaluka dan sempat dirawat di Puskesmas Ngajum.

Kapolsek Ngajum, AKP Gianto mendampingi Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan, kejadian itu berawal dari tersangka yang pergi ke sawah untuk melihat saluran irigasi sekitar pukul 04.10 WIB. Setelah itu, tersangka pulang ke rumahnya. Di tengah perjalanan pulang, tersangka berpapasan dengan korban yang hendak pergi ke Masjid untuk salat Subuh.

“Tanpa ada katakata tibatiba tersangka memukulkan tongkat kayu yang dibawanya kepada korban. Rupanya tersangka tidak bisa mengendalikan emosinya kepada korban karena kemungkinan persoalan warisan yang sudah lama,” kata Gianto, Jumat (14/7/2017).

Pukulan tongkat kayu tersangka, menurut Gianto, tepat mengenai muka korban hingga menyebabkan mulut robek. Satu kali pukulan tersangka itu pun juga membuat korban yang juga sudah tua langsung terjatuh ke paving jalan hingga mengalami luka lebam di pipi kanan. Kepala korban dan alis korban juga terluka setelah membentur paving jalan. Mengetahui korban terjatuh, tersangka langsung pergi begitu saja dari hadapan korban.

“Tersangka tidak memberi pertolongan pada korban yang jatuh di jalan dan dia langsung pulang ke rumahnya,” ucap Gianto.

Sejumlah keluarga dan kerabat korban dibantu warga lain, ungkap Gianto, langsung memberikan pertolongan kepada korban dengan membawa ke Puskesmas setempat. Korban menjalani perawatan dengan dilakukan jahitan di bibir atas yang robek dan kepala yang terluka.

Atas kejadian itu pun, tambah Gianto, keluarga korban tidak terima dan melaporkan tersangka ke Polsek Ngajum. Petugas pun setelah menerima laporan penganiayaan tersebut langsung mengamankan tersangka bersama barang bukti tongkat kayu untuk memukul korban.

“Tersangka kami jerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” ujar Gianto.

Sementara tersangka, LDN tidak banyak memberi keterangan terkait tindakan yang dilakukan pada korban yang masih kakaknya tersebut. “Kami khilaf dan minta maaf telah melakukan itu,” tutur LDN singkat di Mapolsek Ngajum.

Penulis : Herry

Editor    : Umi Fadilah

Publish : Herry

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password