Polres Maros Tangkap Bandar Narkoba Asal Sapiria

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Satuan narkoba Polres Maros berhasil meringkus seorang pria berinisial H alias Yos (38) yang merupakan bandar narkoba asal Sapiria.

Yos ditangkap dibatas kota Desa Marumpa, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros pada jumat dini hari (14/7/17).

Dalam penangkapan ini petugas satuan narkoba Polres Maros menemukan barang bukti 1 saset narkotika jenis shabu yang disembunyikan tersangka di dalam bungkusan rokok yang tersangka bawa pada saat ditangkap.

“Kami sudah lama mengintai tersangka H,yang bersangkutan biasa menjual shabu di sekitar wilayah hukum polres Maros,dari keterangan sementara oleh tersangka memperoleh shabu tersebut dari daerah sapiria Kota Makassar yang rencananya akan dijual di Kab.Maros,” Kata Kasat Narkoba AKP Noorman Haryanto Sik

Ditambahkan pula oleh KBO  sat Narkoba Ipda Muh.Arsyad S.Sos “untuk sementara tersangka dan barang bukti kami amankan ke ruangan satuan narkoba Polres Maros untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,adapun barang bukti shabu dan sample urine milik tersangka rencananya pagi ini akan dilakukan pemeriksaan laboratotium forensic di Makassar,s” tambahnya.

“Untuk tersangka kami akan kenakan pasal 114 subs pasal 112 Undang-Undang RI  No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman Makasimal 12 tahun penjara,” tutupnya.

Peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Sulawesi Selatan kian marak. Hal itu terlihat dari banyaknya pengungkapan kasus dan rehabilitasi penyalahguna narkoba. Beragam upaya, baik penindakan dan pencegahan pun terus digalakkan. Utamanya upaya memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut.

Kepala Biro Napza dan HIV/AIDS Provinsi Sulsel, Endang Sukarsih mengatakan, sinergitas seluruh pihak sangat diperlukan untuk memerangi narkotika. Terlebih, sangat banyak pintu masuk, baik itu jalur utama maupun jalur tikus dari para penyelundup narkotika.

“Ada 62 pintu masuk terutama jalur laut di Sulsel yang bisa dimasuki untuk mengedarkan narkoba. Untuk mengantisipasinya, diperlukan sinergitas instansi, seperti Dinas Perhubungan,” kata Sri beberapa waktu lalu.

Khusus pintu masuk peredaran narkotika, dibutuhkan adanya pengawasan khusus dan penjagaan berkelanjutan di tiap pelabuhan. Dengan pengawasan melekat tersebut, akan mempersempit ruang gerak para penyelundup narkotika.

Akademisi dari Unismuh Makassar, Arqam Azikin, mengatakan narkotika termasuk extra-ordinary crime alias kejahatan luar biasa. Artinya, penanganannya pun membutuhkan usaha-usaha ekstra. Narkotika dilanjutkannya memang merupakan ancaman generasi muda dan membahayakan ketahanan bangsa.

“Program pencegahan narkoba yang dilakukan BNN merupakan salah satu program nasional pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang harus didukung oleh segala elemen. Mengenai kepemimpinan, haruslah mempunyai agenda kepemimpinan yang terstruktur dalam hal penanganan narkoba,” tuturnya.

Penulis : Rosdiana

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password