Cek Kesiapan Anggota, Kapolres Soppeng Sidak Polsek Marioriawa

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kapolres Soppeng Akbp Indra Lutrianto Amstono didampingi Kasie Propam Polres Soppeng Ipda Didid Rukminto Putranto melaksanakan Sidak di Polsek Marioriawa, Kamis (13/7/17).

Dalam kegiatan ini Kapolres Soppeng disambut Kapolsek Marioriawa Akp Syamsuddin bersama personil yang selanjutnya melakukan pengecekan kondisi Mako yang meliputi ruang Jaga, ruang pelayanan, ruang tahanan, Asrama Polsek Mariorawa, Musholla Polsek, Lingkungan sekitar mako, Senpi Inventaris, dan kelengkapan administrasi lainnya.

Hasilnya, Kapolsek Marioriawa Akp Syamsuddin bersama anggota yang bertugas mendapatkan apresiasi dari Kapolres Soppeng, beberapa penekanan tambahan juga disampaikan diantaranya pemeliharan dan kebersihan markas, serta tetap mempertahankan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam bertugas.

Sidak yang dilakukan Kapolres Soppeng merupakan bentuk antisipasi terhadap situasi dimana belakangan ini banyak terjadi peristiwa tahanan kabur.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Adrianus Meliala memaparkan ada dua faktor yang menyebabkan tahanan nekat melarikan diri dari sel.

Pertama ada unsur lalai didalam penjagaan, tidak adanya kerja sama antar petugas untuk berjaga dan yang kedua adalah fasilitas yang buruk.

Dia menambahkan, faktor pertama adalah yang paling berbahaya. Dengan adanya kelalaian dalam bertugas ketika sedang berjaga malam, mampu mencoreng institusi pertahanan negara dalam mengawasi tahanan.

Adrianus juga meminta pihak kepolisian memperbaiki fasilitas tahanan agar tidak lagi kebobolan.

Kasus tahanan kabur menjadi tantangan bagi kepolisian. Kasus seperti ini menjadi persoalan klasik, terutama di polsek-polsek dengan struktur tahanan tidak berstandar. Sarana yang tak memadai lagi-lagi menjadi faktornya.

Hal ini juga disampaikan Kapolri Tito Karnavian tentang pentingnya evaluasi dua faktor itu. Ia mengatakan, evaluasi terkait tahanan kabur mencakup tentang kelayakan gedung yang digunakan untuk rutan dan petugas keamanannya.

Diakuinya, rutan di Indonesia belum semuanya dikatakan laik. Banyak rutan yang memang membutuhkan rehabilitasi karena faktor usia.

Penulis : Abu Uwais

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password