Pasutri dan Sahabatnya Diringkus Polisi Lantaran Ketahuan Menyimpan Shabu

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Sepasang suami Istri berinisial RD dan NV bersama sahabatnya RS, Selasa (11/07/17) pukul 21.30 Wita digrebek Sat Narkoba Polres Luwu, di rumah tinggalnya Di Dusun Makawa Desa Pongko Kec,Walengrang Utara, Kab. Luwu.

Penangkapan terhadap RD, NV dan Rs dipimpin langsung oleh Kasat Reserse Narkoba Polres Luwu (AKP. Awaluddin), ketiganya telah lama dibuntuti oleh anggota Sat Res Narkoba Polres Luwu, karena diduga sebagai pengedar dan atau pengguna Narkotika di wilayah Walmas.

Dalam penangkapan tersebut sempat terjadi perlawanan, salah satu diduga pelaku penyalahgunaan Narkotika (RS) berusaha melarikan diri, sehingga dilakukan upaya paksa dan terjadi pergulatan hingga akhirnya menyerah kepada petugas.

upaya paksa yang di lakukan tidak mengakibatkan cedera/luka, baik terhadap RS maupun Anggota Sat Res Narkoba,  sedangkan RD yang berusaha menghilangkan barang bukti berupa Kristal bening diduga Shabu dengan cara membuang kedalam kloset, namun dengan cepat anggota Sat Res Narkoba mengambil beberapa shlachet plastic shabu di dalam kloset.

Dari hasil penangkapan ketiga diduga pelaku penyalahgunaan dan pengedar Narkotika (Shabu) berhasil disita dari TKP barang bukti berupa 1 Sachet yg diduga Narkotika jenis sabu, 21 sachet kecil bekas pakai, 3 Pack sachet Kosong, 1 Unit Hp Nokia Warna Merah, 1 Buah Hp Samsung Warna Hitam, 1 Buah Hp samsung Warna Putih, 1 Buah Hp Merek Advan warna Hitam kombinasi putih, 2 buah korek gas warna Hijau dan 1 Buah korek Gas Warna Puti.

Selain itu petugas juga menyita 1 Buah Dompet kecil warna coklat yg berisikan 3 batang Pipet, 1 Buah Alat isap Shabu (bong), 1 buah sendok sabu, 2 Batang Kaca pirex, uang tunai sebanyak Rp. 1.100.000 (satu juta seratus ribu rupiah) disita dari RS dan uang tunai sebanyak Rp.19.700.000 (Sembilan belas juta tujuh ratus ribu rupiah) disita dari RD.

Usai ditangkap RD, NV dan RS, langsung dibawa ke Mapolres Luwu, saat dikonfirmasi Kasat Res Narkoba Polres Luwu AKP Awaluddin membenarkan penangkapan ketiga diduga pelayahguna Narkotika (Shabu), dan saat ini dalam pemeriksaan intebsif Penyidik Sat Res Narkoba, dalam rangka Proses Hukum. ketiganya akan dijerat dengan pasal 114 Yo 112 UU No 35 tahun 2019 tentang Narkotika.

Kasus penyalahgunaan narkoba meningkat dengan cepat di Indonesia, meskipun pemerintah dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya. Penyalahgunaan narkoba memang sulit diberantas. Yang dapat dilakukan adalah mencegah dan mengendalikan agar masalahnya tidak meluas.

Sehingga merugikan masa depan bangsa, karena merosotnya kualitas sumber daya manusia terutama generasi mudanya. Penyalahgunaan narkoba berkaitan erat dengan peredaran gelap sebagai bagian dari dunia kejahatan internasional. Mafia perdagangan gelap memasok narkoba, agar orang memiliki ketergantungan, sehingga jumlah suplai meningkat.

Terjalin hubungan antara pengedar/bandar dan korban. Korban sulit melepaskan diri dari mereka, bahkan tak jarang mereka terlibat peredaran gelap, karena meningkatnya kebutuhan narkoba. Penderita ketergantungan obat-obatan terlarang atau kini umumnya berusia 15-24 tahun. Kebanyakan mereka masih aktif di Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, atau Perguruan Tinggi. Bahkan, ada pula yang masih duduk di bangku di Sekolah Dasar.

Penyalahgunaan narkoba biasanya diawali dengan pemakaian pertama pada usia SD atau SMP, karena tawaran, bujukan, dan tekanan seseorang atau kawan sebaya. Didorong pula oleh rasa ingin tahu dan rasa ingin mencoba, mereka mnerima bujukan tersebut. Selanjutnya akan dengan mudahnya untuk dipengaruhi menggunakan lagi, yang pada akhirnya menyandu obat-obatan terlarang dan ketergantungan pada obat-obatan terlarang.

Narkoba atau napza adalah obat/bahan/zat, yang bukan tergolong makanan. Jika diminum, diisap, dihirup, ditelan, atau disuntikam, berpengaruh terutama pada kerja otak (susunan saraf pusat) dan sering menyebabkan kertergantungan. Akibatnya, kerja otak berubah (meningkat atau menurun). Demikian pula dengan fungsi vital organ tubuh lain (jantung, peredaran darah, pernapasan, dan lain-lain).

Narkoba Jika diisap, atau dihirup, zat diserap masuk ke dalam pembuluh darah melalui saluran hidung dan paru-paru. Jika zat disuntikan, langsung masuk ke aliran darah. Darah membawa zat itu ke otak. Narkoba (narkotik, psikotropika, dan obat terlarang) adalah istilah penegak hukum dan masyarakat. Narkoba disebut berbahaya, karena bahan yang tidak aman digunakan atau membahayakan dan penggunaannya bertentangan dengan hukum atau melanggar hukum.

Oleh  karena itu, penggunaan, pembuatan, dan peredarannya diatur dalam undang-undang. Barang siapa yang menggunakan dan mengedarkannya di luar ketentuan hukum, dikenai sanksi pidana penjara dan hukuman denda.

Napza (narkoba, psikotropika, zat akdiktif lain) adalah istilah dalam dunia kedokteran. Di sini penekanannya pada pengaruh ketergantungannya. Oleh karena itu, selain narkotika dan psikotropika, yang termasuk napza adalah juga obat, bahan atau zat, yang tidak diatur dalam undang-undang, tetapi menimbulkan ketergantungan, dan sering disalahgunakan.

Penulis : Rosdiana

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password