Wakapolda Sulbar Hadiri Ritual Massorong Manurung sebagai Rangkaian Hut Kab. Mamuju 477

tribratanews.polri.go.id – Polda Sulbar, Masih dalam rangkaian Peringatan hari jadi Kab. Mamuju, kali ini Pemerintah Kab. Mamuju melaksanakan kegiatan Masossor Manurung yang merupakan Ritual Adat menyucikan Keris Warisan Leluhur Kerajaan Mamuju. Masossor jika dimaknai dalam Bahasa Indonesia berarti Membersihkan, sedangkan Manurung adalah nama Keris Pusaka. Kamis (13/07/17) di Jl. Ks.Tubun Kab.Mamuju

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Maraqdika (Raja) Mamuju, Andi Maksum Dai bersama dengan Lembaga Adatnya yang disebut Galaqgar Pitu. dimana hanya pihaknya yang dapat melakukan Ritual Masossor Manurung di Rumah Adat Mamuju.

Selain itu, Wakapolda Sulbar Kombes Pol Drs. Tajuddin, MH didampingi Istrinya, Wakil Gubernur Sulbar, Kasrem 142 Tatag, Bupati Mamuju, Dandim 1418, Kapolres Mamuju, Raja Goa, Raja Bali, para OPD lingkup Kab. Mamuju dan seluruh tamu undangan lainya juga terlihat hadir dengan menyaksikan langsung prosesi Ritual Massorong Manurung.

Pada prosesi kegiatan Penyucian Manurung oleh Galaqgar Pitu, Keris Pusaka tersebut juga disucikan dengan Ritual Bali. Masyarakat Etnis Bali yang berdomisili di Mamuju turut melakukan Upacara Adat Masossor Manurung.

Dari sejarah yang diyakini, dijelaskan bahwa Raja Mamuju yang bernama Tommejammeng memiliki seorang Putra mahkota bernama Pattulawalu. Putranya kemudian menikah dengan anak gadis Raja Badung Bali. dari pernikahan mereka dikaruniailah seorang Putra yang konon ternyata kembar dengan sebuah Keris. Keris inilah yang disebut Manurung.

Lebih lanjut diceritakan, Keris ini juga disebut sebagai Maraqdika Tammakkana-Kana atau Raja yang tak berbicara. Sehingga Keris ini sampai sekarang menjadi benda Pusaka Kerajaan Mamuju. Jelasnya

Sebagai penyelenggara Ritual Adat, Maraqdika Mamuju, Andi Maksum Dai, juga mengisahkan,awal mulanya Ritual Masossor Manurung tersebut dilakukan saat masyarakat Mamuju mengalami kesulitan sehingga Maradika pada masa itu memerintahkan Galaqgar Pitu untuk Memandikan atau Menyucikan Keris Manurung. Kemudian air dari penyucian Keris tersebut disebar ke Kebun, Sawah, Laut beberapa hari kemudian dapat mengatasi kesulitan masyarakat Mamuju. terangnya

Bupati Mamuju, Drs. H. Habsi Wahid, MM juga mendukung penuh terlaksananya Ritual Adat tersebut, pihaknya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Mamuju akan terus bekerjasama dengan Raja dan seluruh Perangkat Adat Mamuju dalam mengembangkan Nilai Kultur Mamuju. Menurutnya, “apa yang kita raih saat ini maka itulah yang kita wariskan dikemudian hari”. Tandasnya

Sementara itu, Ritual Adat Masossor Manurung atau Adat Menyucikan Keris Warisan Leluhur Kerajaan Mamuju yang dilakukan sebagai rangkaian peringatan hari jadi Mamuju ke 477 diamankan langsung oleh Polda Sulbar dan Jajarannya serta diperkuat dari Instansi terkait TNI dan Satpol PP. tujuannya agar pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar.

Penuis  : Dhyman

Editor   : Umi Fadilah

Publish : Andi srirahayunita

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password